Komentar tersebut muncul tak lama setelah Amodei dan hingga pemilik SpaceXAI, Elon Musk, dalam momen persatuan yang langka, menyerukan untuk mengerem pengembangan AI.
Awal bulan ini, Altman mengatakan kepada staf OpenAI bahwa perusahaan startup tersebut terbuka untuk memperlambat kemajuan dalam teknologi terdepan guna memahami risikonya dengan lebih baik.
Dirinya kemudian telah mengonfirmasi bahwa perusahaan tidak akan go public pada tahun 2026 sambil memprioritaskan masalah-masalah yang berkaitan dengan keselamatan.
Saham-saham terkait AI di Asia mengalami penurunan pada hari Senin. Saham SoftBank Group Corp., salah satu investor utama OpenAI, anjlok 13% di Tokyo, sementara Samsung Electronics Co. dan SK Hynix Inc. dari Korea Selatan sama-sama merosot lebih dari 4% di Seoul.
Dalam unggahannya di X pada hari Minggu, Sam Altman menegaskan kembali dukungan OpenAI terhadap kerangka kerja AI federal, dan mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan AI membutuhkan bantuan Washington dalam koordinasi internasional.
Penegasannya terjadi di tengah kekhawatiran luas bahwa meskipun perusahaan-perusahaan AI AS memperlambat pengembangan mereka, pesaing-pesaing dari China tidak akan melakukannya.
The world deserves confidence that American companies developing increasingly capable AI will act responsibly, especially as the trajectory of progress has steepened. Every frontier lab must deliver on this, and there is no reason any of us should come to work if we cannot.
— Sam Altman (@sama) September 14, 2026
We…
(bbn)































