Target harga saham sebesar US$70 yang ditetapkan Crago—angka terendah kedua di pasar menurut data Bloomberg—mengimplikasikan penurunan sekitar 29% dari harga penutupan saham pada hari Jumat.
Pada Jumat (11/9/2026), saham Lululemon naik 2,2% di New York menjadi $98,97.
"Mesin penggerak produk yang selama bertahun-tahun menopang perusahaan ini kini terasa sangat usang, karena persaingan di kategori ini jauh lebih ketat dan tren athleisure pun mulai ditinggalkan," ujar Crago dalam sebuah wawancara.
Dia menambahkan "hilangnya relevansi Lululemon di mata konsumen kini tecermin dalam angka-angka kinerjanya."
Pandangan bearish dari BMO ini hanyalah yang terbaru bagi peritel tersebut, yang peringkatnya telah diturunkan oleh setidaknya empat perusahaan sekuritas sejak Juni dan saat ini memiliki enam peringkat setara jual (sell), 29 peringkat tahan (hold), dan dua peringkat beli (buy), menurut data yang dihimpun Bloomberg.
Meskipun target harga rata-rata sekitar US$100 mendekati harga penutupan saham pada Jumat, saham ini telah anjlok 52% tahun ini dan turun lebih dari 80% dari rekor tertingginya pada Desember 2023.
Sentimen terhadap Lululemon melemah tahun ini; penjualan sebanding (comparable sales) berada di wilayah negatif dan investor secara umum beralih menjauhi saham pakaian olahraga akibat pelemahan di seluruh sektor tersebut, termasuk yang dialami oleh pesaing seperti Nike Inc. dan Under Armour Inc.
BMO memprediksi tantangan lebih lanjut bagi Lululemon seiring melambatnya pertumbuhan tren athleisure dan kembalinya popularitas mode terstruktur seperti denim.
Tim Crago memproyeksikan laba per saham sebesar US$6,35 pada tahun fiskal 2027 bagi peritel ini, jauh di bawah proyeksi konsensus Bloomberg sebesar US$9,67.
Prakiraan tersebut mencerminkan pandangan BMO bahwa perusahaan perlu memangkas harga atau menghabiskan stok barang dagangan demi memulihkan permintaan, langkah yang juga akan menekan margin keuntungan.
"Bisnis legging seharga US$110 adalah sumber pendapatan utama mereka; itulah sebabnya margin mereka sangat tinggi," ujar Crago. "Jika konsumen tidak memprioritaskan kategori ini, akan muncul tekanan pada harga."
Pada hari Jumat, Michael Burry—investor yang namanya mencuat lewat film The Big Short—menulis bahwa ia telah memborong saham Lululemon di harga di bawah US$100.
Perusahaan ini memiliki CEO baru yang ditugaskan untuk memulihkan bisnis yang sangat membutuhkan visi dan arah baru.
Heidi O’Neill, mantan eksekutif Nike, mulai menjabat pada hari Selasa. Prioritas utamanya adalah menstabilkan penurunan penjualan yang sedang berlangsung dan membangun kembali citra merek setelah beberapa kontroversi besar, termasuk insiden legging yang tembus pandang dan reaksi negatif akibat acara yoga di Tembok Besar China.
Crago menyatakan bahwa saham ini bisa mencapai titik terendah di level US$50, mengingat kurangnya kejelasan mengenai upaya pemulihan bisnis serta kondisi konsumen yang sedang tertekan.
Saat ini, saham tersebut diperdagangkan di sekitar level terendahnya dalam delapan tahun terakhir.
“Seluruh kompleks olahraga tersebut sedang mengalami kemerosotan tajam, namun situasi negatif saat ini justru mungkin menjadi saat yang paling penuh peluang,” ujar Crago.
(bbn)





























