Logo Bloomberg Technoz

Osama bin Laden, pemimpin Al-Qaeda yang mendalangi serangan tersebut dan akhirnya tewas di tangan AS pada 2011, merupakan putra seorang pengusaha kaya asal Arab Saudi.

"Presiden Trump memimpin pemerintahan paling transparan dalam sejarah; itulah sebabnya beliau mengizinkan pembukaan kerahasiaan dan perilisan ratusan halaman dokumen terkait dengan serangan teroris 11 September 2001," ujar juru bicara Gedung Putih, Olivia Wales.

"Presiden akan senantiasa memberikan penghormatan kepada para pahlawan Amerika yang gugur dalam tragedi serangan 11 September beserta keluarga mereka yang luar biasa, serta mengenang tindakan kepahlawanan yang menandai hari kelam tersebut—hari di mana semangat pantang menyerah rakyat Amerika berhasil mengungguli segalanya," tuturnya.

Komentar dari pihak keluarga pada Jumat itu muncul setelah Trump makin memperkuat hubungan AS-Arab Saudi. 

Pada November 2025, kedua negara menjalin serangkaian kesepakatan untuk memperdalam kerja sama pertahanan dan meningkatkan investasi bilateral.

Pada musim panas ini, Trump berupaya meluncurkan kesepakatan nuklir sipil baru dengan Arab Saudi, langkah yang memicu kekhawatiran akan proliferasi nuklir di tengah konflik yang melibatkan Iran.

Sehari setelah pengumuman tersebut, Trump menambahkan syarat bahwa kesepakatan itu mengharuskan Riyadh untuk menormalisasi hubungan dengan Israel—sebuah ketentuan yang pada akhirnya menggagalkan kesepakatan tersebut.

Keterlibatan Arab Saudi belum terbukti. Komite intelijen DPR AS merilis sebagian dari laporan 2002 yang menduga bahwa warga negara Saudi yang memiliki hubungan dengan pemerintah mungkin telah membantu beberapa pelaku pembajakan.

Namun, pada 2016, para pejabat intelijen AS menegaskan bahwa mereka tidak menganggap informasi tersebut akurat atau dapat diandalkan.

Arab Saudi secara konsisten membantah adanya keterlibatan, dan kerap merujuk pada kesaksian FBI serta CIA yang mendukung posisi mereka.

Sebuah gugatan perdata bernilai miliaran dolar terhadap Riyadh—yang telah bergulir selama satu dekade—kini melangkah ke tahap persidangan setelah seorang hakim federal menolak permohonan Arab Saudi untuk membatalkan kasus tersebut pada Agustus.

(bbn)

No more pages