Logo Bloomberg Technoz

Ini adalah kali pertama NABEP merinci rencana produksinya sejak kesepakatan disetujui bulan lalu. Pada saat penandatanganan, perusahaan mengatakan targetnya adalah mencapai 1 juta barel per hari pada waktu yang tidak disebutkan secara spesifik.

Bagi sebagian analis, rencana NABEP tampak ambisius.

"Kendala pentingnya terletak pada aspek layanan dalam bisnis ini," ujar Schreiner Parker, kepala pasar berkembang Rystad Energy.

"Menurut saya, tidak ada jaminan pihak-pihak akan mengimpor anjungan pengeboran (rig). Dan jika mereka melakukannya, mereka pasti akan bertanya, 'Bisakah saya mengeluarkannya kembali?'"

Nama NABEP mulai mencuat dalam beberapa pekan terakhir ketika pemerintahan Trump menandatangani yang mereka sebut "kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia."

Berdasarkan ketentuan kesepakatan tersebut, NABEP memperoleh hak untuk memproduksi cadangan terbukti yang diperkirakan mencapai 65 miliar barel. Rencana pertumbuhan hingga 2028 ini mengandalkan "pembiayaan mandiri," kata perusahaan, tetapi mereka juga terbuka terhadap investasi dari pihak luar.

Membiayai ekspansi hanya melalui arus kas internal bisa menjadi tantangan bagi NABEP, menurut Parker dari Rystad. "Mau tidak mau, mereka harus menggalang modal." 

Kilang Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) El Palito di El Palito, Venezuela./Bloomberg

Meningkatkan produksi minyak Venezuela menjadi salah satu prioritas utama Presiden Donald Trump seiring melonjaknya harga bensin dan solar akibat konflik Iran. 

Meski kecil kemungkinannya produksi akan meningkat cukup cepat untuk menurunkan harga bahan bakar ritel AS sebelum pemilihan umum November, pemerintah bertekad menunjukkan upayanya dalam menjaga stabilitas harga untuk jangka panjang.

NABEP, yang hingga bulan lalu masih kurang dikenal di luar industri minyak, telah meningkatkan produksinya lebih dari sepuluh kali lipat selama dua tahun terakhir. 

Kini, NABEP menjadi produsen minyak swasta terbesar kedua di Venezuela setelah Chevron Corp, yang pekan lalu juga mengumumkan rencananya untuk meningkatkan produksi di negara tersebut. 

Hingga saat ini, pertumbuhan NABEP didanai oleh "arus kas bebas yang signifikan" dari sumur-sumur minyaknya di Venezuela, demikian menurut perusahaan. 

"Sebelum kesepakatan dengan pemerintah AS, kami sudah berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan momentum tersebut," ujar perusahaan. "Kemitraan ini, serta investasi eksternal yang akan didatangkannya, hanya akan mempercepat laju perkembangan yang telah kami tempuh."

Kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara pemerintah AS dan NABEP ini merupakan langkah berisiko tinggi dari pemerintahan Trump.

Karena merasa frustrasi melihat perusahaan raksasa internasional seperti ExxonMobil Holdings Corp dan ConocoPhillips bergerak terlalu lambat, AS sepakat bermitra dengan NABEP dan CEO-nya, Alejandro Betancourt, guna mencapai kesepakatan dengan rezim Venezuela yang menggantikan pemimpin otoriter yang telah digulingkan, Nicolas Maduro.

Kesepakatan ini mengejutkan banyak pihak di industri minyak, terutama karena pemerintah AS mengambil 35% saham ekuitas dalam proyek tersebut.

Namun, para pendukungnya mengatakan hal ini akan membantu meningkatkan produksi dengan cepat, sementara keterlibatan pemerintah AS seharusnya meyakinkan investor lain bahwa dana mereka akan aman dalam jangka panjang. 

Salah satu aspek yang masih kabur dari rencana NABEP adalah kemungkinan menjual seperlima dari produksi dengan harga pokok kepada pemerintah AS, menurut pernyataan Gedung Putih.

"Ini ibarat toko kelontong yang menjual 20% susunya seharga modal, tanpa mengambil untung. Seorang investor mungkin akan berkata, 'Saya tidak yakin ingin terlibat dalam hal itu,'" ujar Sarah Emerson, presiden perusahaan riset dan peramalan ESAI Energy. "Kita tidak tahu apakah semua ini nyata."

Sebagai pengusaha yang meraup kekayaan besar selama masa pemerintahan mendiang Hugo Chávez, Betancourt memenangkan kontrak pemerintah untuk menyediakan peralatan listrik darurat sejak 2009 dan kemudian merambah ke bisnis minyak.

Berbekal koneksi tingkat tinggi di Caracas, Moskwa, dan Washington, bisnis Betancourt turut memelopori struktur kontrak yang lebih fleksibel, yang kini menjadi model bagi banyak kesepakatan baru yang ditawarkan oleh pemerintah.

Ia sempat menghadapi penyelidikan selama bertahun-tahun di Eropa, AS, dan Venezuela terkait tuduhan pencucian uang dan penipuan pajak, tetapi ia membantah melakukan pelanggaran dan tidak pernah didakwa melakukan tindak pidana.

(bbn)

No more pages