Logo Bloomberg Technoz

Data ini menegaskan tekanan berat yang dihadapi industri minyak Rusia, setelah Kyiv meningkatkan serangan terhadap kilang-kilang dan infrastruktur ekspor minyak mentah di Laut Hitam dan Laut Baltik.

Serangan yang menyasar dua wilayah tersebut memaksa pabrik-pabrik pengolahan bahan bakar mengurangi aktivitas pemrosesan minyak mentah, sekaligus mencegah perusahaan-perusahaan minyak utama Rusia mengalihkan minyak mentah guna keperluan ekspor.

Produksi harian minyak mentah Rusia pada Agustus di bawah kuota OPEC+. (Bloomberg)

Pada Agustus, pasukan Ukraina menyerang kilang minyak setidaknya 22 kali, menurut data Bloomberg yang dihimpun berdasarkan pernyataan publik kedua negara.

Hal ini memaksa pemerintah Rusia memperpanjang larangan ekspor sebagian besar produk diesel hingga September, sementara beberapa wilayah kembali menerapkan pembatasan (penjatahan) bensin.

Bulan lalu, Kyiv juga menargetkan kapal dan infrastruktur di pelabuhan-pelabuhan Rusia bagian selatan, khususnya Novorossiysk, yang merupakan pusat utama ekspor minyak mentah dari Laut Hitam.

Pemerintah Rusia sudah memperkirakan produksi minyak negara tersebut akan menurun tahun ini dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya, seiring berkurangnya volume pengolahan minyak mentah. 

Penurunan produksi ini bersifat sementara. Seiring kembali beroperasinya kilang-kilang minyak dan stabilnya situasi, tingkat produksi akan kembali meningkat, ujar Wakil Perdana Menteri Alexander Novak pekan lalu.

(bbn)

No more pages