Bill Gates mengakui, pekerjaan baru akan muncul seiring perkembangan AI. Namun, jumlah pekerjaan baru bisa jauh lebih sedikit dibandingkan pekerjaan yang tersedia saat ini jika tidak didukung kebijakan yang tepat.
“Belum ada rencana untuk mempermudah masyarakat memasuki era AI,” tulis Bill Gates.
Dia menjelaskan bahwa dampak AI juga berbeda dari pemutusan hubungan kerja atau PHK akibat perlambatan ekonomi. Dalam kondisi ekonomi normal, pekerjaan yang hilang dapat kembali ketika permintaan meningkat. Sementara itu, pekerjaan yang sepenuhnya diotomatisasi oleh AI atau robot berpotensi tidak akan kembali.
Selain itu, perusahaan juga dapat terdorong untuk mempercepat penggunaan AI setelah pesaing menerapkan teknologi tersebut untuk menekan biaya. Kondisi ini berpotensi membuat pekerja harus menjalani pelatihan ulang ketika pendapatan dari pekerjaan sebelumnya sudah hilang.
Bill Gates mengutip penelitian Stanford yang menemukan, pekerja berusia 22 hingga 25 tahun yang terpapar AI mengalami penurunan sebesar 16% setelah peneliti mengendalikan dampak perubahan di tingkat perusahaan. Sementara itu, tingkat pekerjaan pekerja yang lebih berpengalaman disebut tetap stabil.
“Pekerjaan yang paling berisiko adalah pekerjaan tingkat awal dan menengah,” tulis Bill Gates.
Dia memperingatkan dampaknya akan semakin meluas seiring kemampuan AI menyelesaikan lebih banyak pekerjaan tanpa pengawasan manusia. Bill Gates juga menyerukan penguatan jaring pengaman sosial dan program pelatihan ulang bagi pekerja.
Dia mengusulkan pengenaan pajak terhadap AI dan robot serta menetapkan pekerjaan tertentu sebagai 'pekerjaan yang dicadangkan untuk manusia”, yakni pekerjaan yang dipilih masyarakat untuk tetap dilakukan oleh manusia.
“Menunggu sampai orang-orang sudah kehilangan pekerjaan atau berada dalam kondisi kekurangan pekerjaan akan terlambat,” tulis dia.
Dalam menghadapi kemungkinan perubahan tersebut, Bill Gates menilai pekerja perlu mempersiapkan kondisi keuangan sebelum kehilangan pekerjaan terjadi.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membangun dana darurat untuk menutup kebutuhan hidup selama periode tanpa pendapatan. Selain dana darurat, tabungan pensiun juga perlu dipersiapkan agar tetap dapat digunakan ketika seseorang berpindah pekerjaan.
Pekerja dapat mempertahankan dana program pensiun perusahaan sebelumnya, memindahkannya ke program perusahaan baru, atau memindahkannya ke rekening pensiun individu sesuai ketentuan yang berlaku.
Bill Gates juga menekankan pentingnya diversifikasi aset. Ketergantungan terhadap satu perusahaan, sektor, atau prediksi mengenai masa depan AI dapat meningkatkan risiko keuangan jika kondisi pasar berubah.
Dia percaya bahwa tidak ada strategi keuangan yang dapat sepenuhnya menghilangkan dampak kehilangan pekerjaan. Namun, cadangan dana tunai, tabungan pensiun yang dapat dipindahkan, portofolio yang terdiversifikasi, serta persiapan sebelum terjadi gangguan pendapatan dapat memberikan waktu bagi pekerja untuk menentukan langkah berikutnya.
(mef/wep)































