Logo Bloomberg Technoz

Sekadar informasi, fenomena El Niño sudah menghantam sektor energi. Di sektor minerba, fenomena El Niño membuat sungai Mahakam dan Barito di Pulau Kalimantan mengalami penurunan debit air atau surut, kondisi tersebut membuat operasional kapal tongkang pengangkut batu bara terganggu.

Di sungai Mahakam, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda Mursidi menyatakan telah mengeluarkan instruksi agar seluruh perusahaan dan pemilik pelabuhan membatasi muatan batu bara di tongkang menjadi sekitar 5.500—6.000 ton.

Mursidi menjelaskan, dalam kondisi normal, tongkang pengangkut batu bara dapat mengangkut hingga 7.000 ton batu bara.

Namun, saat ini kondisi tersebut dapat membahayakan pelayaran sebab debit air mengalami penyusutan.

Sementara di sungai Barito, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menaksir surutnya sungai tersebut menyebabkan pengiriman sekitar 3,9 juta ton batu bara terhambat dalam satu bulan.

Ketua Komite Pertambangan Minerba Apindo Hendra Sinadia menegaskan belum mendapatkan perincian perusahaan yang terdampak gangguan ekspor tersebut.

Dia juga menegaskan belum menerima laporan perusahaan yang mengumumkan keadaan kahar (force majeure) atau wanprestasi.

“Info yang saya dapat dari perusahaan anggota, dampak dari mulai suratnya hulu sungai Barito mengganggu shipment yang diperkirakan sekitar 3,9 juta ton dalam sebulan,” kata Hendra ketika dihubungi, Senin (7/9/2026).

Di sektor hulu migas terdapat 10 wilayah kerja (WK) minyak dan gas (migas) terdampak oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang turut diperparah kekeringan imbas fenomena El Niño.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto memastikan peristiwa kebakaran tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan produksi hulu migas nasional.

“Kegiatan produksi masih berjalan dan tidak terdampak,” kata Djoko saat dihubungi, Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan laporan SKK Migas, berikut adalah daftar 10 WK dari 10 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang terdampak karhutla yang diperparah El Niño di Indonesia:

  1. PT Bumi Siak Pusako (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Riau
  2. PT Sele Raya Belida (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Sumatra Selatan
  3. Pertamina EP Prabumulih (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Sumatra Selatan
  4. BP Berau (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Papua Barat
  5. Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Riau
  6. Pertamina EP Regional 1 Zona 4 Limau Field (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Sumatra Selatan
  7. Pertamina EP Zona 4 Ramba Field (Status Karhutla: Tanggap Darurat) – Provinsi Sumatra Selatan
  8. Pertamina EP (PEP) Jambi Field (Status Karhutla: Tanggap Darurat) – Provinsi Jambi
  9. Pertamina Hulu Energi (PHE) Sanga Sanga (Status Karhutla: Tanggap Darurat) – Provinsi Kalimantan Timur
  10. Pertamina Hulu Mahakam (Status Karhutla: Tanggap Darurat) – Provinsi Kalimantan Timur

(azr/wdh)

No more pages