Dari total penjualan 21,1 juta ton, PTBA mencatat penjualan ekspor 10,33 juta ton pada semester I-2026. Volume ekspor tersebut naik 5% dari periode yang sama tahun lalu.
Negara tujuan ekspor terbesar PTBA meliputi Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand. Sementara itu, serapan domestik mencapai 10,77 juta ton atau sekitar 51% dari total penjualan.
Kinerja penjualan tersebut mendukung pendapatan PTBA yang mencapai Rp22,03 triliun pada semester I-2026, naik 7,73% secara tahunan. Laba bersih perseroan tercatat Rp2,65 triliun atau tumbuh 218% dibandingkan dengan semester I-2025.
Una mengatakan kinerja perseroan didukung pemulihan kegiatan operasional pada kuartal II-2026, penguatan penjualan ekspor, serta perbaikan harga jual rata-rata batu bara.
“Kinerja tersebut didukung oleh pemulihan operasional pada kuartal II, penguatan penjualan ekspor, serta perbaikan harga jual rata-rata batu bara,” lanjut Una.
Pada semester I-2026, Newcastle Index meningkat 25% secara tahunan, sedangkan ICI 3 naik 15% secara tahunan. Penguatan indeks batu bara itu mendorong harga jual rata-rata PTBA naik 10% secara tahunan.
Untuk semester II-2026, PTBA memperkirakan harga dan permintaan batu bara bergerak stabil. Una mengatakan harga batu bara diperkirakan berada dalam kisaran yang sama seperti kuartal II-2026.
“Dari sisi harga akan cenderung stabil, tetap di dalam kisaran seperti harga pada kuartal II tahun ini,” ujar Una.
(wdh)





























