Logo Bloomberg Technoz

Rodriguez memperlihatkan demonstrasi celah tersebut melalui sebuah video yang diunggah ke platform X. Dalam demonstrasi itu, rangkaian menu pada panggilan video WhatsApp dapat dimanfaatkan untuk mencapai galeri foto perangkat.

Bagaimana Bug WhatsApp Bisa Membuka Galeri?

Celah tersebut bekerja melalui fitur yang tersedia ketika pengguna menerima panggilan video WhatsApp dalam keadaan layar masih terkunci. Rangkaian tindakan tertentu kemudian dapat membawa pengguna menuju menu yang seharusnya tidak memberikan akses penuh ke galeri saat perangkat terkunci.

Secara umum, proses eksploitasi dilakukan dengan memanfaatkan beberapa menu pada antarmuka panggilan video. Berikut rangkaian yang ditunjukkan dalam pengujian:

  1. Pelaku melakukan panggilan video melalui WhatsApp ketika layar smartphone masih terkunci.

  2. Saat panggilan masuk, layar digeser ke atas untuk menjawab panggilan.

  3. Setelah panggilan terhubung, ketuk ikon efek yang berada di pojok kanan bawah layar.

  4. Menu yang berisi sejumlah pilihan seperti efek, filter, dan latar belakang akan muncul.

  5. Pilih tombol "Create with Meta AI" yang tersedia di dalam menu tersebut.

  6. Setelah itu, akan muncul pilihan "Edit photo".

  7. Ketika pilihan tersebut diketuk, galeri foto perangkat dapat terbuka meskipun layar smartphone masih terkunci.

Dengan mekanisme tersebut, celah keamanan bukan berarti pelaku berhasil melewati sistem penguncian perangkat secara keseluruhan. Masalah utamanya berada pada akses menuju galeri foto yang dapat muncul melalui rangkaian fitur panggilan video.

Kondisi ini tetap menjadi persoalan keamanan karena galeri foto merupakan bagian pribadi dari sebuah smartphone. Jika perangkat sedang berada di tangan orang yang tidak bertanggung jawab, foto yang tersimpan di dalamnya berpotensi dilihat tanpa izin pemilik.

Risiko tersebut semakin besar apabila pengguna menyimpan foto pribadi, dokumen, tangkapan layar, atau informasi lain yang bersifat sensitif di galeri. Karena akses dapat dilakukan ketika perangkat masih terkunci, pemilik mungkin tidak langsung mengetahui bahwa galeri telah dibuka.

Meski begitu, pengguna tidak perlu langsung panik. Celah tersebut dilaporkan hanya ditemukan pada perangkat Android tertentu dan belum terdapat bukti bahwa seluruh smartphone Android dapat dieksploitasi menggunakan metode yang sama.

Cara Mengurangi Risiko Eksploitasi

Salah satu langkah yang dapat dilakukan pengguna adalah membatasi izin akses WhatsApp melalui pengaturan perangkat. Cara ini dapat mengurangi kemungkinan fitur tertentu dimanfaatkan untuk membuka galeri ketika smartphone terkunci.

Pengguna dapat melakukan langkah berikut:

  1. Buka menu Settings atau Pengaturan pada smartphone.

  2. Pilih Apps atau Aplikasi.

  3. Cari dan pilih WhatsApp.

  4. Masuk ke bagian Permissions atau Izin.

  5. Pilih pengaturan akses yang tersedia.

  6. Gunakan opsi Allow Limited Access atau Don't allow sesuai kebutuhan.

  7. Pastikan opsi "Always allow all" tidak dipilih.

Pembatasan izin dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keamanan perangkat. Namun, pengguna perlu memahami konsekuensinya karena beberapa fitur WhatsApp mungkin membutuhkan izin tertentu agar dapat bekerja secara normal.

Alternatif lainnya adalah mencabut izin kamera WhatsApp. Langkah tersebut dapat mengurangi kemungkinan fitur panggilan video digunakan dalam skenario eksploitasi.

Akan tetapi, metode tersebut kurang praktis bagi pengguna yang sering melakukan video call. Ketika izin kamera dicabut, fungsi panggilan video WhatsApp tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya sampai izin tersebut diberikan kembali.

Tidak Semua Android Terpengaruh

Hasil pengujian yang tersedia menunjukkan bahwa kerentanan tersebut tidak berlaku secara merata pada seluruh perangkat Android. Sejumlah perangkat flagship Samsung yang diuji dilaporkan tidak terdampak oleh celah tersebut.

Pengujian lain juga menunjukkan bahwa beberapa perangkat seperti Razr Fold dan Tecno Pova 6 tidak mengalami masalah serupa. Perbedaan hasil ini menunjukkan bahwa jenis perangkat dapat menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah celah tersebut dapat dieksploitasi.

Belum terdapat keterangan resmi dari Google maupun produsen Android mengenai alasan perbedaan tersebut. Karena itu, belum dapat dipastikan secara definitif apakah penyebabnya berkaitan dengan sistem Android, implementasi perangkat tertentu, atau kombinasi dengan perangkat lunak yang digunakan produsen.

Kemungkinan tersebut membuat pengguna perlu berhati-hati dalam menyimpulkan bahwa seluruh perangkat Android memiliki kerentanan yang sama. Temuan yang ada sejauh ini lebih menunjukkan adanya kondisi tertentu pada perangkat yang memungkinkan celah tersebut dimanfaatkan.

iPhone Disebut Tidak Terdampak

Celah yang dilaporkan tersebut juga disebut tidak berlaku pada perangkat iPhone. Hal ini berkaitan dengan cara sistem operasi Apple menangani integrasi aplikasi panggilan berbasis VoIP.

Apple menggunakan kerangka kerja CallKit untuk mengintegrasikan aplikasi panggilan berbasis Voice over IP dengan antarmuka panggilan bawaan iOS. Mekanisme tersebut membatasi akses aplikasi terhadap sejumlah fungsi sistem ketika perangkat masih berada di layar kunci.

Dalam kondisi tersebut, aplikasi tidak dapat membuka galeri gambar bawaan iPhone tanpa terlebih dahulu melewati mekanisme layar kunci. Karena itu, skenario eksploitasi yang ditemukan pada sejumlah perangkat Android tidak dilaporkan bekerja dengan cara yang sama di iPhone.

Untuk pengguna Android, langkah pencegahan sementara dapat dilakukan dengan memeriksa kembali izin aplikasi WhatsApp dan membatasi akses yang tidak diperlukan. Pengguna juga sebaiknya memastikan perangkat menggunakan pembaruan sistem dan aplikasi terbaru apabila tersedia.

Sementara itu, status celah ini masih perlu menunggu konfirmasi resmi dari WhatsApp, Google, maupun produsen perangkat terkait. Mengingat pengujian menunjukkan hasil berbeda pada setiap perangkat, pengguna sebaiknya tidak menganggap seluruh ponsel Android otomatis rentan.

Temuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa layar kunci tidak selalu menjamin seluruh fungsi perangkat sepenuhnya tertutup. Integrasi berbagai fitur aplikasi dengan sistem operasi dapat menciptakan kondisi tertentu yang berpotensi dimanfaatkan apabila terdapat kesalahan dalam implementasinya.

(seo)

No more pages