Logo Bloomberg Technoz

Dalam laporan manajemen VAAC Darwin kepada ICAO, wilayah tanggung jawab pusat tersebut membentang dari kawasan Kepulauan Andaman hingga Kepulauan Solomon. Wilayah ini mencakup lebih dari 150 gunung api aktif, termasuk Indonesia.

VAAC Darwin Pantau Abu Vulkanik di Indonesia

VAAC Darwin tidak menentukan status aktivitas gunung api maupun keputusan penutupan bandara. Pusat ini berfokus pada pemantauan keberadaan abu vulkanik di atmosfer serta prakiraan pergerakannya.

Untuk melakukan analisis, VAAC Darwin menggunakan data satelit, informasi aktivitas gunung api dari lembaga terkait, laporan pilot, data meteorologi dan model numerik.

Hasilnya akan diterbitkan melalui Volcanic Ash Advisory (VAA) dan Volcanic Ash Graphic (VAG) yang memuat posisi, ketinggian, arah pergerakan dan prakiraan sebaran abu.

Salah satu sumber pengamatan yang digunakan adalah Himawari-9, satelit cuaca Jepang yang memantau kawasan Asia-Pasifik.

Data tersebut dikombinasikan dengan kondisi atmosfer dan model pergerakan abu untuk memperkirakan arah penyebaran pada berbagai ketinggian.

Dalam pemantauan Gunung Anak Krakatau, misalnya, advisory VAAC Darwin pada 6 September 2026 melaporkan abu mencapai sekitar FL500 atau 50.000 kaki. Material pada lapisan lebih rendah terdeteksi hingga sekitar FL120.

VAAC Darwin juga mencatat perbedaan arah pergerakan berdasarkan ketinggian. Abu pada lapisan lebih tinggi bergerak ke arah barat daya, sementara material pada lapisan lebih rendah bergerak ke arah barat.

Data VAAC Darwin Jadi Bahan Analisis BMKG

Informasi VAAC Darwin juga digunakan dalam pemantauan abu vulkanik oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan laman resmi BMKG, produk Citra Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau menyebut analisis sebaran abu vulkanik dibuat berdasarkan informasi aktivitas gunung api dari VAAC Darwin.

Data tersebut dapat dikombinasikan BMKG dengan informasi meteorologi dan citra satelit untuk menganalisis kondisi atmosfer, arah angin dan perkembangan sebaran abu di wilayah Indonesia.

Sehingga dalam konteks tersebut, PVMBG berperan memberikan informasi mengenai aktivitas gunung api. Sedangkan VAAC Darwin menganalisis dan memprakirakan pergerakan abu untuk kebutuhan keselamatan penerbangan.

BMKG kemudian dapat menggunakan informasi tersebut bersama data meteorologi untuk menganalisis kondisi atmosfer dan sebaran abu.

Informasi VAAC kemudian diteruskan kepada otoritas meteorologi penerbangan dan pengendali lalu lintas udara di wilayah yang berpotensi terdampak.

(mef/wep)

No more pages