Selanjutnya, PT Singaraja Putra Tbk (LABS) naik 28,48% menjadi Rp212 dan PT Haloni Jane Tbk (HALO) menguat 27,53% ke Rp88.
Saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) juga menguat 20,45% menjadi Rp530, sementara PT Darmi Bersaudara Tbk (DKHH) naik 20,58% ke Rp82.
Selain itu, PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) naik 16,12% menjadi Rp288 dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) menguat 19,13% ke Rp274. Saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) juga naik 16,04% menjadi Rp434.
Penguatan saham kesehatan tersebut sejalan dengan pandangan sejumlah analis bahwa meningkatnya paparan abu vulkanik dapat menjadi katalis jangka pendek bagi emiten yang memiliki produk terkait perlindungan dan penanganan gangguan kesehatan, seperti masker, obat pernapasan, serta produk kesehatan lainnya.
“Sentimen tersebut berpotensi menjadi katalis positif jangka pendek bagi emiten healthcare, khususnya perusahaan dengan eksposur pada produk masker, obat pernapasan, dan produk kesehatan terkait,” dikutip dari catatan BRI Danareksa, Senin (7/9/2026).
Di sisi lain, BRI Danareksa berpendapat, sentimen abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau itu hanya bersifat jangka pendek untuk saham kesehatan.
“Konfirmasi volume dan keberlanjutan momentum tetap diperlukan untuk melihat potensi lanjutan penguatan sektor,” dikutip dari catatan BRI Danareksa.
(fik/naw)


























