Logo Bloomberg Technoz

Ekspansi Tsingshan

Salah satu perusahaan China yang cukup ekspansif di sektor hilirisasi bauksit tersebut adalah Tsingshan Holding Group Co., perusahaan yang sebelumnya menjadi kunci bagi munculnya Indonesia sebagai pemain dominan di sektor nikel.

Di sektor aluminium, mereka telah bekerja sama dengan Huafon Group dan Xinfa Group untuk membangun dan mengoperasikan pabrik peleburan di kawasan industri Morowali, Sulawesi, dan di Maluku Utara; tempat Weda Bay berada.

Belum lama ini, Tsingshan dikabarkan sedang bernegosiasi dengan raksasa perdagangan komoditas Mercuria Energy Group, Glencore Plc, dan Trafigura Group untuk mengamankan investasi di smelter aluminium barunya senilai US$3 miliar di Indonesia.

Berikut daftar smelter aluminium asal China yang telah beroperasi dan yang dikabarkan bakal dibangun, menyitir data Fastmarkets:

PT Hua Chin Aluminium Indonesia

Hua Chin Aluminium Indonesia saat ini memiliki produksi aluminium primer sebesar 500.000 ton per tahun, dengan kapasitas yang sama hingga akhir 2026.

Perusahaan memiliki potensi peningkatan kapasitas hingga 1 juta ton per tahun. Fasilitasnya berlokasi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

PT Hua Chin Aluminium merupakan perusahaan patungan Huafon Group Co., Ltd., dan Tsingshan Holding Group Co., Ltd,

Proyek Juwan

Proyek Juwan merupakan proyek smelter aluminium primer yang dikembangkan melalui joint venture (JV) atau usaha patungan antara Tsingshan dan Xinfa Group di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Proyek ini telah beroperasi dengan kapasitas sekitar 250.000 ton per tahun.

Proyek Taijing

Proyek Taijing merupakan smelter aluminium primer yang dikembangkan melalui JV Tsingshan dan Xinfa di IMIP. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III-2026 dengan kapasitas 180.000 ton per tahun.

Proyek Xianfeng

Smelter aluminium proyek Xianfeng ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III-2026, dengan kapasitas awal sebesar 50.000 ton per tahun dan memiliki potensi kapasitas hingga 250.000 ton per tahun.

Proyek tersebut turut digarap oleh usaha patungan Tsingshan dan Xinfa.

PT Bintan Electrolytic Aluminium (BEA)

PT Bintan Electrolytic Aluminium (BEA) ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026, dengan kapasitas produksi sebesar 250.000 ton per tahun.

Proyek tersebut berlokasi di Bintan Industrial Estate dan diperkirakan memiliki nilai investasi sekitar Rp12,3 triliun.

Kantor Tsingshan Holding Group Co. di Shanghai, China./Bloomberg-Qilai Shen

Shandong Weiqiao and Harita JV

Smelter aluminium milik usaha patungan Shandong Weiqiao dan Harita Group ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Proyek tersebut memiliki potensi kapasitas produksi aluminium primer sebesar 1 juta ton per tahun.

Nanshan Grup

Smelter aluminium milik perusahaan asal China, Shandong Nanshan ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. 

Proyek ini memiliki potensi kapasitas produksi aluminium primer sebesar 1 juta ton per tahun dan berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang.

PT Borneo Alumindo Prima Kalimantan Utara Electrolytic Aluminium Project

Proyek aluminium elektrolisis PT Borneo Alumindo Prima Kalimantan Utara masih berstatus rumor dalam data Fastmarkets. Proyek tersebut memiliki potensi kapasitas produksi sebesar 1 juta ton per tahun.

East Hope Group

Berdasarkan data Fastmarkets, proyek East Hope Group masih berstatus rumor. Smelter aluminium garapan perusahaan asal China tersebut memiliki potensi kapasitas produksi aluminium primer sebesar 2,4 juta ton per tahun.

CMOC Group Electrolytic Aluminium Project

Proyek aluminium elektrolisis CMOC Group masih berstatus rumor, dengan potensi kapasitas produksi sebesar 2 juta ton per tahun. CMOC Group merupakan perusahaan asal China yang telah memiliki smelter aluminium.

Bosai Minerals Group Electrolytic Aluminium Project

Proyek aluminium elektrolisis Bosai Minerals Group masih berstatus rumour, dengan potensi kapasitas produksi sebesar 1 juta ton per tahun.

Bosai Minerals Group merupakan perusahaan multinasional asal Chongqing, China yang bergerak di bidang pengolahan mineral.

(wdh)

No more pages