Logo Bloomberg Technoz

Perlindungan tersebut bertujuan membantu bisnis menggunakan fitur AI Canva dengan percaya diri di tengah ketidakpastian mengenai perkembangan aturan hak cipta.

Adams selanjutnya menambahkan, Canva memiliki mekanisme moderasi untuk membatasi pembuatan ulang kekayaan intelektual tertentu melalui teknologi AI.

“Antara pengguna dan Canva, pengguna memiliki konten mereka, dan kami memiliki alat moderasi untuk mencegah pembuatan ulang kekayaan intelektual yang dibatasi,” ujarnya.

Bagi Adams, persoalan hak cipta juga berkaitan dengan cara sebuah platform AI menghasilkan dan menyediakan konten kepada pengguna. Alhasil, AI tak hanya menghasilkan output akhir yang digunakan tanpa proses pengeditan atau penyesuaian lebih lanjut.

Adams menilai terdapat risiko ketika AI hanya menghasilkan gambar atau output yang tidak dapat diedit dan digunakan lebih lanjut.

Sebaliknya, Canva ingin memberikan ruang bagi pengguna untuk tetap mengubah hasil yang dibuat dengan bantuan AI. Pendekatan tersebut diterapkan melalui Visual Suite Canva.

Adams memaparkan bahwa pengguna dapat menggunakan AI untuk memulai sebuah presentasi, dokumen, atau konten media sosial, kemudian mengedit dan menyelesaikannya sendiri maupun bersama tim.

Dalam konteks hak cipta, Adams menilai peran manusia tetap penting karena pengguna tidak seharusnya hanya menerima hasil dari AI secara mentah. Kreativitas dan penilaian manusia tetap diperlukan sebelum sebuah konten digunakan atau dipublikasikan.

Ia mengaku bahwa pengguna perlu memastikan konten yang akan diunggah ke media sosial bisa digunakan dalam presentasi ataupun dikirimkan ke pihak lain yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.

“Saya rasa AI memungkinkan kita membuat sesuatu secara cepat, tetapi kita masih perlu menempatkan manusia di tengahnya,” beber Adams.

Perusahaan, kata Adams, selanjutnya akan terus mengembangkan perlindungan seiring teknologi dan lanskap hak cipta berubah.

“Sejalan dengan terus berkembangnya teknologi dan lanskap hak cipta, kami akan terus berinvestasi dalam AI yang bertanggung jawab dan perlindungan yang membantu komunitas kami berkreasi dengan percaya diri,” tegas dia.

(mef/wep)

No more pages