Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah setelah S&P 500 mencatat sesi perdagangan terbaiknya dalam sebulan, didorong oleh saham-saham berkapitalisasi besar (megacap), sementara Nasdaq 100 naik 1,2%.
Bitcoin menembus US$80.000, minyak AS naik mendekati US$92 per barel pada awal perdagangan Jumat, sementara emas stabil setelah mencatat kenaikan terbesar dalam dua pekan.
Perubahan ekspektasi tersebut menjadikan data inflasi berikutnya sebagai ujian utama bagi keputusan The Fed pada September, dengan pasar makin condong pada keputusan untuk mempertahankan suku bunga, meski tetap menghadapi risiko pembalikan ekspektasi jika tekanan harga ternyata lebih persisten dari perkiraan.
“Jika terdapat kemajuan berkelanjutan menuju target 2%, saya bersedia mendukung mempertahankan suku bunga kebijakan pada level saat ini,” kata Waller pada Kamis dalam sebuah acara yang diselenggarakan Reuters. “Namun, jika inflasi ternyata tinggi, saya akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga.”
Data yang dirilis Kamis memberikan gambaran yang beragam. Klaim awal tunjangan pengangguran untuk pekan yang berakhir 29 Agustus secara umum sesuai dengan perkiraan, sementara sektor jasa AS berekspansi pada Agustus dengan laju tercepat dalam enam bulan, didorong oleh permintaan yang lebih kuat dan peningkatan aktivitas bisnis.
Investor kini mengalihkan perhatian pada laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed. Ekonom memperkirakan perusahaan-perusahaan AS menambah 55.000 lapangan pekerjaan pada Agustus, kurang lebih sejalan dengan rata-rata pertumbuhan lapangan kerja bulanan sepanjang tahun ini.
Harga minyak naik setelah Iran mengklaim melancarkan serangan baru terhadap pangkalan AS, sementara kenaikan harga minyak mentah andalan Arab Saudi yang lebih kecil dari perkiraan membantu meredakan sebagian kekhawatiran mengenai mengetatnya pasokan.
Di Asia, yen menguat 2% pada Kamis, membalikkan pelemahan selama sebulan setelah para trader meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) dan tetap mewaspadai kemungkinan intervensi pemerintah. Yen menguat hingga 155,81 per dolar dalam perdagangan New York, mencatat hari terbaiknya sejak Tokyo dan Washington memasuki pasar untuk menopang yen sedikit lebih dari sebulan lalu.
“Tampaknya BOJ akan menaikkan suku bunga pada September, tetapi kemudian membuka peluang untuk meningkatkan laju kenaikan suku bunga,” kata Paresh Upadhyaya, strategist di Pioneer Investments. “Kami akhirnya melihat tindak lanjut terhadap intervensi tersebut melalui ekspektasi yang cukup signifikan di sisi kebijakan.”
(bbn)




























