Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, di sisi berseberangan, KOSDAQ (Korea Selatan), TAIEX (Taiwan), SENSEX (India), Hang Seng (Hong Kong), Ho Chi Minh Stock (Vietnam), dan NIKKEI 225 (Jepang), yang tergelincir di zona merah melemah masing–masing 1,71%, 0,67%, 0,55%, 0,39%, 0,24%, dan 0,17%.

Penyebab IHSG Menguat

Sejumlah saham menjadi pendorong penguatan IHSG sepanjang perdagangan hari ini. Saham–saham transportasi, saham perindustrian, dan saham konsumen primer mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat mencapai 2,45%, 1,88% dan 1,62%.

Kenaikan IHSG yang begitu percaya diri merupakan efek langsung dari melesatnya sejumlah saham big caps. Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Kamis (3/9/2026).

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 8,87 poin
  2. PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 8,59 poin
  3. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyumbang 8,21 poin
  4. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 6,77 poin
  5. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menyumbang 3,23 poin
  6. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyumbang 2,93 poin
  7. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyumbang 2,32 poin
  8. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyumbang 2,04 poin
  9. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyumbang 1,98 poin
  10. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menyumbang 1,81 poin

Adapun saham–saham unggulan LQ45 turut menjadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melonjak 6,25% dan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga melesat 6,25%. Sama halnya, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga lompat hingga 4,08%.

Senada penguatan saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang menguat 3,59%, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melesat 3,41%, dan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang mencetak penguatan 3,31%.

IHSG ditutup menguat 1,09% di level 6.667 pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Adapun penguatan IHSG ditopang oleh membaiknya indeks bursa global dan pasar obligasi yang melaju positif. Rupiah ditutup menguat 0,56% di level Rp17.660/US$ di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, menjadi tambahan pendorong IHSG.

“Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji level 6.705 pada perdagangan Jumat (4/9/2026),” papar Phintraco Sekuritas dalam catatan terbarunya. Namun memang, perlu diwaspadai potensi profit taking menjelang tutup pekan di tengah ketidakpastian global yang relatif tinggi

Yang juga menjadi perhatian, perkembangan terbaru termasuk kesepakatan antara Pemerintah dan DPR mengenai postur RAPBN 2027 dengan target utama defisit APBN relatif turun ke 2,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) seiring asumsi pertumbuhan PDB 6% year–on–year, menyiratkan optimisme kapasitas APBN yang dilengkapi oleh upaya Danantara dalam menarik investasi swasta ke dalam domestik, melansir Panin Sekuritas.

Terlebih lagi pasar menemukan titik support setelah Presiden AS Donald Trump berupaya meredakan kekhawatiran akan terjadinya konfrontasi yang lebih luas dengan Iran, dengan mengisyaratkan setiap kembalinya aksi militer berpeluang besar tetap terkendali. 

“Harga minyak brent turun seiring upaya reassurance dari Presiden AS Trump mengenai perkembangan aksi militer di Timur Tengah yang diklaim akan relatif terbatas,” mengutip Panin Sekuritas.

(fad)

No more pages