Perusahaan yang lebih kecil ini berusaha menantang Broadcom Inc. dan Marvell Technology Inc. dengan membantu pemilik pusat data menciptakan komponen mereka sendiri.
Bagi Nvidia, perjanjian baru ini merupakan upaya terbaru untuk memastikan masa depan kecerdasan buatan (AI) dibangun di sekitar platform dan standar perangkat kerasnya.
MediaTek telah mengembangkan sistem interkoneksi pusat data seperti NVLink Fusion dan bermitra dengan perusahaan seperti MediaTek untuk memastikan perannya tetap sentral di seluruh rantai perangkat keras, tidak hanya melalui akselerator AI kelas atasnya.
Kesepakatan dengan MediaTek ini menyusul pengumuman serupa dari Amazon.com Inc., yang setuju untuk menerapkan 2 juta komponen Nvidia tambahan. Namun yang paling penting, Amazon menjanjikan menggunakan teknologi koneksi Nvidia dengan chip buatan sendiri.
Jensen Huang, CEO Nvidia yang lahir di Taiwan, sedang mempererat hubungan dengan sebuah perusahaan yang berupaya mengurangi ketergantungannya pada pasar ponsel pintar.
Awal tahun ini, MediaTek menjalin kemitraan dengan Google Alphabet Inc.dan semakin diakui sebagai mitra desain bagi perusahaan teknologi besar yang ingin mengembangkan chip AI mereka sendiri. Momentum tersebut telah membuat nilai pasar produsen chip tersebut meningkat sekitar tiga kali lipat dalam beberapa bulan terakhir.
Kesepakatan dengan MediaTek dan Amazon memberi Nvidia kesempatan untuk mengokohkan perannya yang sentral dalam pembangunan pusat data AI, bahkan ketika perusahaan-perusahaan lain menerapkan chip yang dirancang untuk menggantikan produk utama Nvidia.
Kesepakatan ini merupakan contoh lain dari kepemimpinan Nvidia dalam berinvestasi pada pelanggan, pesaing, dan perusahaan lain yang terlibat dalam industri AI. Kekhawatiran mengenai sifat investasi tersebut yang tampak seperti lingkaran setan telah meresap di kalangan investor, meskipun Nvidia dengan tegas membantah anggapan bahwa mereka menciptakan permintaan palsu.
Manajemen perusahaan menyatakan bahwa pengeluaran besar-besaran ini hanyalah cara lain untuk mempercepat adopsi teknologinya dan akan memperlancar perkembangan industri AI. Nvidia tetap menjadi penerima utama dari pengeluaran besar-besaran untuk pusat data AI oleh beberapa perusahaan terbesar di dunia.
Chip akseleratornya, yang berasal dari prosesor grafis, unggul dalam menciptakan dan menjalankan alat serta layanan AI. Perusahaan ini memperkuat dominasi tersebut dengan mengembangkan berbagai teknologi lain yang terus berkembang, termasuk komputer lengkap dan jaringan.
(bbn)































