Sebagai bank dengan fokus utama pada UMKM, portofolio kredit segmen tersebut tetap mendominasi dengan nilai Rp1.235,4 triliun, tumbuh 8,6% secara tahunan. BBRI juga melakukan diversifikasi melalui pertumbuhan kredit konsumer, small and medium, komersial, dan korporasi.
Dari sisi pendanaan, DPK BRI meningkat 6,7% secara tahunan menjadi Rp1.580,7 triliun. Pertumbuhan terutama berasal dari dana murah, dengan giro tumbuh 8,5% dan tabungan 11,3%, sedangkan deposito hanya tumbuh 0,2%.
Komposisi tersebut membuat rasio CASA meningkat dari 65,5% menjadi 67,6%. Perbaikan struktur pendanaan juga menekan cost of fund bank only dari 3% pada kuartal II 2025 menjadi 2,4% pada kuartal II 2026.
Dari sisi kualitas aset, rasio NPL BRI membaik dari 3,07% menjadi 2,9%. Sementara itu, LAR turun dari 9,6% pada Desember 2025 menjadi 9,1% pada Juni 2026. Cost of credit juga turun dari 3,4% menjadi 3,1%.
Perbaikan tersebut berjalan bersamaan dengan peningkatan pendapatan. Net interest income BRI tumbuh 9,9% secara tahunan menjadi Rp80,5 triliun, sedangkan Pre-Provision Operating Profit (PPOP) meningkat 12,8% menjadi Rp65,7 triliun.
Hery mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi yang dilakukan BRI, mulai dari penguatan bisnis, budaya, efisiensi, digitalisasi, hingga pengelolaan risiko.
“Transformasi ini membuat BRI semakin agile, produktif, dan mampu menjaga pertumbuhan secara sehat. Transformasi bukan tujuan akhir, transformasi harus tercermin dalam kinerja, kualitas pertumbuhan dan kemampuan BRI menciptakan nilai yang kelanjutan,” tuturnya.
Ke depan, BRI masih melihat peluang pertumbuhan terutama melalui penguatan pembiayaan sektor produktif dan ekonomi kerakyatan. BBRI juga akan tetap menjaga ekspansi tersebut dengan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian.
“Kami tetap optimistis melihat peluang pertumbuhan khususnya adalah memperkuat pembiayaan sektor produktif dan ekonomi kerakyatan. Namun optimisme tersebut selalu kami jalankan dengan prinsip kehati-hatian, risk management yang kuat dan tata kelola perusahaan yang baik,” kata Hery.
(dhf)
































