Logo Bloomberg Technoz

Khusus anggaran fungsi pendidikan, Widiyanti mengatakan anggaran tersebut bersifat protected sehingga tidak dapat digabungkan atau dialihkan untuk kebutuhan satuan kerja pusat.

Selain itu, terdapat catatan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas terkait tambahan anggaran rupiah murni dibandingkan dengan pagu indikatif sebelumnya.

Tambahan tersebut diharapkan diarahkan untuk penguatan pemasaran pariwisata sebesar Rp177 miliar, penguatan penyelenggaraan kegiatan atau event pariwisata sebesar Rp110 miliar, serta penyelenggaraan pendidikan tinggi bidang pariwisata sebesar Rp211,6 miliar.

"Kami mengapresiasi tambahan anggaran tersebut dan akan mengusahakan sesuai prioritas pengembangan pariwisataan," ujarnya.

Meski mengalami kenaikan, Widiyanti menilai pagu tersebut masih belum mencukupi kebutuhan ideal Kementerian Pariwisata.

"Namun, angka ini masih berada di bawah pagu ideal sebesar Rp3 triliun yang kami harapkan dapat memberikan ruang lebih untuk memaksimalkan dampak pembangunan pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas," kata Widiyanti.

Realisasi Anggaran 2026

Di sisi lain, Widiyanti melaporkan realisasi anggaran Kementerian Pariwisata hingga 26 Agustus 2026 telah mencapai Rp1,04 triliun atau 71,04% dari pagu yang digunakan sebesar Rp1,47 triliun.

Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika realisasi tercatat sebesar Rp883,5 miliar atau 59,3%.

Jika dirinci berdasarkan satuan kerja, realisasi mencapai Rp628,74 miliar atau 72,6%. Kemudian badan otorita mencapai Rp46,13 miliar atau 63,63%, politeknik pariwisata Rp631,38 miliar atau 70,67%, dan tugas pembantuan Rp6,13 miliar atau 34,3%.

"Secara keseluruhan kami melihat bahwa penyerapan anggaran berjalan baik dan dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Widiyanti.

Untuk 2027, Kementerian Pariwisata akan mengarahkan anggaran antara lain untuk peningkatan kapasitas sumber daya industri dan masyarakat, peningkatan kapasitas SDM aparatur dan pendidikan vokasi, pengembangan destinasi dan infrastruktur, penguatan desa wisata, pariwisata berkualitas, keselamatan wisata, pemasaran pariwisata, penyelenggaraan event, serta transformasi digital pariwisata.

Kementerian Pariwisata juga menargetkan penyelenggaraan 125 event nusantara di berbagai titik di Indonesia, di samping dukungan terhadap event internasional, event nasional, dan cross-border festival untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Widiyanti berharap berbagai program tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, perolehan devisa, serta kesejahteraan masyarakat.

(dec)

No more pages