Konsensus Bloomberg: Ekspor-Impor Melambat, Neraca Dagang Impas
Redaksi
31 August 2026 11:04

Bloomberg Technoz, Jakarta - Konsensus yang dihimpun Bloomberg memproyeksikan adanya perlambatan kinerja ekspor dan impor untuk periode Juli. Meski sama-sama melambat, laju impor diperkirakan masih lebih tinggi daripada ekspor.
Melansir hasil konsensus, ekspor Juli diperkirakan hanya tumbuh 3,2% secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan rata-rata hasil survei berada di 2,7%. Angka perkiraan tersebut menunjukkan perlambatan yang tajam dibandingkan pertumbuhan ekspor Juni yang sebesar 8,84% yoy, setara dengan US$25,46 miliar.
Sebaliknya, impor Juli diperkirakan masih tumbuh cukup tinggi dengan proyeksi ekonom menghasilkan median pada 23,25%, dan rata-rata 23,11%. Estimasi terendah impor mencapai 15%, sedangkan estimasi tertinggi mencapai 29,4%.
Meski masih tumbuh tinggi, tetapi impor ini juga melambat dibandingkan kenaikan Juni yang mencapai 34,27% yoy, yang ekuivalen US$25,91 miliar.
Untuk neraca perdagangan, konsensus Bloomberg menghasilkan median di US$ 0. Artinya, kemungkinan neraca dagang akan impas, tidak surplus dan tidak defisit. Meski hanya impas, tetapi posisi ini membaik ketimbang Juni yang defisit US$ 0,45 miliar.





























