Kalender Ekonomi: Sinyal Hawkish Fed & Inflasi Asia Kian Hangat
Redaksi
31 August 2026 07:01

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pekan ini, kalender ekonomi akan penuh dengan data yang akan menggerakkan pasar, kala investor global mencermati arah bank sentral Amerika Serikat (AS) dan bertanya-tanya apakah Federal Reserve benar-benar akan kembali menaikkan suku bunga?
Gubernur The FEd Kevin Warsh memberikan sinyal hawkish dalam pidatonya di simposium Jackson Hole, akhir pekan lalu. Warsh sempat menegaskan bahwa kemajuan inflasi AS belum cukup meyakinkan untuk membuat The Fed merasa telah berhasil membawa inflasi menuju target 2%.
Pernyataan itu segera mengubah ekspektasi pasar. Peluang kenaikan suku bunga acuan pada September yang sebelumnya sekitar 35% melonjak ke kisaran 55-60%.
Dengan begitu, kalender ekonomi pekan ini bukan lagi sekadar pekan data ekonomi. Ini menjadi pekan ketika pasar akan menguji apakah sinyal hawkish Warsh memang didukung oleh kondisi ekonomi AS atau hanya merupakan upaya memperkuat kredibilitas The Fed dalam memerangi inflasi.
Di pasar obligasi AS, sebagian pelaku pasar justru meragukan komitmen Warsh. Mereka pun bersiap menghadapi risiko bahwa Warsh kembali mempertahankan suku bunga, seperti yang dilakukan The Fed pada Juni dan Juli. Kondisi tersebut dapat menambah kekhawatiran terhadap kredibilitas The Fed yang telah membantu mendorong imbal hasil surat utang berjangka panjang ke level tertinggi dalam sekitar dua dekade.



























