“Sudah sampai, kami juga sudah sampaikan ke Bupati, bantuan itu tidak boleh digunakan hal yang lain kecuali untuk menangani bencana,” tegas Suharyanto.
Dalam keterangan tertulis yang sama, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan pemerintah pusat.
Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu pemerintah daerah untuk memperkuat penanganan dan memberikan bantuan kepada para pengungsi.
“Terima kasih Bapak Presiden sudah mendapatkan bantuan. Semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan Rp20 miliar dan provinsi Rp40 miliar, itu sangat membantu kami untuk menggerakkan lebih maksimal lagi biar bisa bantu pengungsi,” ujar Melkiades.
Sebelumnya, BNPB melaporkan jumlah korban jiwa akibat bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 skala richter di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Minggu (23/8/2026) mencapai 91 orang.
"Saat ini, hingga pukul 18.16 waktu Indonesia bagian Barat (WIB) Minggu 23 Agustus 2026, jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa atau bertambah 4 jiwa dari hari sebelumnya,” ungkap Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam konferensi pers secara daring, Minggu (23/8/2026).
Rincian korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Manggarai sebanyak 32 jiwa, Manggarai Timur 31 jiwa, Nagekeo 14 jiwa, Sikka 6 jiwa, Ngada 5 jiwa, Ende 2 jiwa, dan Manggarai Barat 1 jiwa.
“Kita tetap berdoa semoga keluarga, handai tolan, tetangga dan seluruh yang terdampak tetap diberikan kekuatan,” katanya.
Berdasarkan jenis kelamin, korban meninggal terdiri atas 40 laki-laki, 48 perempuan, dan 3 korban lainnya masih dalam tahap identifikasi.
“Berdasarkan kelompok umur, 39 korban meninggal merupakan lansia, 4 batita, 1 balita, 12 anak dan remaja, 35 dewasa,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 51% korban dinyatakan meninggal akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan. Sementara itu, 49% sisanya meninggal akibat dampak tidak langsung.
Adapun jumlah korban luka akibat gempa bumi ini mencapai 1.286 jiwa. Kabupaten Manggarai Timur mencatat jumlah korban luka terbanyak, yakni 643 jiwa, disusul Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 504 jiwa.
“Saat ini, data pengungsi yang ada pada kami bertambah lagi menjadi 161.084 jiwa. Adapun 3 kabupaten yang paling tinggi adalah kabupaten Manggarai, pengungsinya sebanyak 46.519 jiwa,” ungkapnya.
Selanjutnya, pengungsi di Kabupaten Nagekeo tercatat sebanyak 34.256 jiwa dan Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 31.372 jiwa.
(azr)





























