Logo Bloomberg Technoz

Klaster kedua, polisi menangkap 91 orang yang diduga menjadi pelaku perusuhan. Klaster ketiga, polisi menangkap 71 orang yang diduga terkait perusakan fasilitas umum maupun penganiayaan. Klaster keempat, polisi menangkap tiga orang yang ditemukan membawa senjata tajam ke lokasi demo.

Sedangkan klaster kelima, polisi menangkap sejumlah orang yang diduga menjadi penggerak dan pembiayaan aksi kerusuhan. Serta klaster keenam yang adalah para perekrut massa untuk melakukan tindak kerusuhan usai demo. 

Sebagai barang bukti, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam dan alat yang berpotensi dipakai sebagai senjata untuk melakukan kekerasan; seperti golok, gunting, pisau, ketapel, mata panah, rantai besi, serta tongkat bambu.

Keterlibatan Anak

Direktur Reserse PPA/PPO Polda Metro Jaya, Kombes Rita Wulandari Wibowo mengatakan, polisi sudah memulangkan 141 anak dan meminta orang tua masing-masing untuk melakukan pendampingan dan pengarahan agar tak terlibat dalam aksi kekerasan lagi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara sebanyak 25 anak yang terlibat dalam aksi kerusuhan Kamis lalu adalah siswa putus sekolah. 

Rita mengatakan, kepolisian telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan sejumlah stakeholder terkait untuk memastikan para siswa yang terlibat dalam aksi kerusuhan tersebut tetap bisa melanjutkan pendidikan atau bersekolah. Polisi justru meminta orang tua, sekolah, dan sejumlah pihak membantu pendampingan para anak-anak tersebut agar terarah pada sisi yang positif.

Selain itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budhi Hermanto mengatakan, polisi juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak tentang nasib 25 anak yang tercatat putus sekolah. Polisi telah meminta agar pemerintah membantu anak-anak ini agar bisa memperoleh kembali akses pendidikan.

"Anak-anak harus tetap memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, dan mempersiapkan masa depannya," ujar dia.

(dov/frg)

No more pages