Logo Bloomberg Technoz

Seiring dengan pertumbuhan bisnis, peran Catherine pun semakin besar. Pada periode 2021-2022, situs resmi Goto mencatat, ia dipercaya menjabat sebagai Head of Food and Indonesia Sales & Operations Gojek. Posisi tersebut membuat tanggung jawabnya tidak lagi terbatas pada GoFood, tetapi juga mencakup aktivitas penjualan dan operasional bisnis Gojek di Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, GoFood berkembang menjadi salah satu pemain utama industri layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara. Perjalanan tersebut turut memperkuat posisi Catherine di jajaran kepemimpinan perusahaan, hingga kemudian ia dipercaya menjadi Direktur GoTo sejak 2021.

Tanggung jawab Catherine kembali diperluas pada 2023 ketika ia ditunjuk sebagai Presiden On-Demand Services GoTo. Dalam posisi tersebut, Catherine bertanggung jawab mengatur keseluruhan strategi unit bisnis On-Demand Services yang menaungi sejumlah layanan utama dalam ekosistem Gojek.

Penunjukan tersebut menandai perjalanan Catherine dari memimpin satu vertikal bisnis menjadi salah satu eksekutif yang bertanggung jawab terhadap strategi bisnis GoTo secara lebih luas. Pengalamannya membangun GoFood dan mengelola operasi Gojek di Indonesia menjadi bagian dari rekam jejak yang membawanya ke posisi tersebut.

Perjalanan kariernya kemudian mencapai level kepemimpinan yang lebih tinggi pada 2025. Catherine dipercaya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sekaligus Deputy CEO GoTo, setelah sebelumnya selama bertahun-tahun terlibat dalam pengembangan dan pengelolaan sejumlah bisnis utama di dalam ekosistem perusahaan.

Selama periode tersebut, GoTo juga terus memperkuat fundamental bisnisnya. Pada kuartal II-2026, perseroan mencatat laba bersih Rp252 miliar, meningkat 47% dibandingkan kuartal sebelumnya dan berbalik dari rugi Rp375 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pendapatan bersih juga tumbuh 31% secara tahunan menjadi Rp5,7 triliun, sementara EBITDA yang disesuaikan untuk pertama kalinya menembus Rp1 triliun dalam satu kuartal. GoTo juga tetap mempertahankan target EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp3,2 triliun-Rp3,4 triliun untuk 2026.

(red)

No more pages