Massa AMPB diketahui telah berada di kawasan depan Gedung DPR RI sejak 21 Agustus 2026. Kelompok tersebut juga mendirikan posko donasi di sekitar lokasi.
Sementara itu, GERAM merupakan gabungan sejumlah organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil. Kelompok tersebut turut menggunakan tagar #MerebutKembaliIndonesia untuk menggalang dukungan terhadap aksi yang digelar hari ini.
Situasi tersebut membuat pengguna jalan perlu memperhatikan perkembangan kondisi lalu lintas sebelum bepergian. Pemantauan melalui CCTV dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui kondisi jalan secara langsung sebelum menentukan rute perjalanan.
Daftar Link CCTV Pantau Demo Jakarta
Masyarakat dapat memantau sejumlah titik melalui layanan CCTV yang tersedia secara daring. Salah satu kamera yang dapat digunakan berada tepat di depan Gedung DPR/MPR RI.
CCTV Depan DPR/MPR RI
Selain kawasan depan gedung parlemen, masyarakat dapat memantau kondisi di sekitar Bendungan Hilir. Terdapat beberapa kamera CCTV yang tersedia untuk melihat kondisi kawasan tersebut dari sejumlah titik.
CCTV Kawasan Bendungan Hilir
Masyarakat juga dapat menggunakan layanan CCTV Jakarta Smart City untuk memantau kondisi lalu lintas dan keamanan di berbagai titik Jakarta.
CCTV Jakarta Smart City
Pantau CCTV Jakarta Smart City
Layanan tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh gambaran mengenai kondisi lalu lintas sebelum melintasi kawasan yang berada di sekitar lokasi demonstrasi.
Pengendara sebaiknya tidak hanya memantau satu titik. Kondisi lalu lintas dapat berbeda antara satu ruas dengan ruas lainnya, terutama apabila terjadi peningkatan jumlah massa atau penerapan rekayasa lalu lintas.
Sejumlah Ruas Jalan Perlu Diwaspadai
Polda Metro Jaya telah menyiapkan pola pengamanan untuk mengantisipasi jalannya aksi demonstrasi. Kepolisian juga menyiapkan kemungkinan rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR RI.
Namun, rekayasa lalu lintas tidak akan diterapkan secara otomatis. Kepolisian akan menyesuaikan pengaturan arus kendaraan dengan situasi yang terjadi di lapangan.
Salah satu pertimbangan utama adalah jumlah massa yang hadir dan dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas. Apabila aktivitas massa mulai mengganggu arus kendaraan, pengaturan lalu lintas dapat dilakukan sesuai kondisi.
Sejumlah ruas jalan yang perlu diwaspadai pengguna kendaraan antara lain Jalan Gatot Subroto, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Palmerah Timur, Jalan Gelora, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Tentara Pelajar.
Kawasan Semanggi juga menjadi salah satu titik yang perlu diperhatikan. Pengguna jalan yang hendak melintas di kawasan tersebut dapat terlebih dahulu melihat kondisi melalui CCTV dan menyesuaikan rute perjalanan.
Pemantauan kondisi jalan secara berkala juga penting karena situasi dapat berubah dalam waktu singkat. Ruas yang sebelumnya masih dapat dilalui dapat mengalami kepadatan apabila jumlah kendaraan dan massa meningkat.
Masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak di sekitar lokasi aksi dapat mempertimbangkan untuk menghindari kawasan tersebut. Sementara bagi masyarakat yang tetap harus bepergian, persiapan rute alternatif dapat dilakukan sebelum berangkat.
Polri Imbau Aksi Berlangsung Tertib
Di sisi lain, Polri mengimbau masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi pada 27 Agustus 2026 agar menggunakan hak berpendapat secara tertib, damai, dan bertanggung jawab.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan kepolisian menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
"Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung secara damai, tertib, dan kondusif," kata Isir di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Menurut Isir, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari kehidupan demokrasi dan menjadi hak warga negara yang dijamin Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Karena itu, masyarakat diminta tetap menyampaikan aspirasi dengan cara yang bermartabat serta menghormati hak masyarakat lain yang beraktivitas di ruang publik.
Sementara itu, TNI juga menyatakan kesiapan untuk membantu Polri dalam pengamanan aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Kepala Pusat Penerangan atau Kapuspen Mabes TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menjelaskan bahwa tugas utama pengamanan demonstrasi berada di ranah kepolisian.
TNI dapat memberikan dukungan apabila diperlukan dan diminta oleh Polri. "Pengamanan yang pasti tugas Polri ya, TNI membantu penguatan atas permintaan," kata Nas di Jakarta.
Dengan adanya potensi kepadatan dan rekayasa lalu lintas, masyarakat disarankan memantau kondisi jalan sebelum memulai perjalanan. Daftar Link CCTV tersebut dapat digunakan sebagai salah satu referensi untuk melihat situasi di sekitar kawasan yang berdekatan dengan lokasi demonstrasi.
Pemantauan juga sebaiknya dilakukan selama perjalanan, terutama bagi pengendara yang harus melewati kawasan Senayan, Gatot Subroto, Palmerah, hingga Semanggi.
Selain CCTV, masyarakat perlu memperhatikan informasi terbaru dari kepolisian terkait penutupan jalan, pengalihan arus, maupun perubahan rekayasa lalu lintas. Langkah tersebut penting agar perjalanan dapat disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan.
Dengan mengetahui kondisi lalu lintas lebih awal, masyarakat dapat menentukan waktu keberangkatan dan rute yang lebih sesuai. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko terjebak kepadatan selama aksi demonstrasi berlangsung di Jakarta pada 27 Agustus 2026.
(seo)

























