Logo Bloomberg Technoz

Para ilmuwan dari Pusat Internasional untuk Pengembangan Gunung Terpadu (International Centre for Integrated Mountain Development) beserta lembaga mitra di Nepal dan China tengah menyelidiki apakah banjir tersebut dipicu oleh runtuhnya material es dan batuan dari wilayah berdataran tinggi.

Lembaga yang berbasis di Kathmandu tersebut menyampaikan dalam sebuah pernyataan bahwa penilaian awal berdasarkan rekaman video dan informasi dari area terdampak menunjukkan volume besar material es dan batuan mungkin telah masuk ke dalam aliran sungai. Hal itu berpotensi memicu lonjakan debit air secara mendadak yang membawa air, sedimen, hingga batu-batu besar ke arah hilir.

Bencana ini turut menerjang Kabupaten Gyirong di Tibet, di mana video yang beredar secara daring memperlihatkan terjangan lumpur dan air yang menyapu kawasan tersebut. Presiden China Xi Jinping menyerahkan instruksi agar upaya penyelamatan dilakukan secara maksimal di Tibet, dalam apa yang berpotensi menjadi salah satu bencana alam paling mematikan di negara itu tahun ini.

Pemimpin China tersebut menegaskan bahwa prioritas mendesak saat ini adalah melakukan pencarian korban hilang tanpa henti, serta memindahkan dan menempatkan kembali warga yang terancam ke lokasi aman, menurut pernyataan di situs resmi pemerintah.

Xi mengimbau pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk bersiap menghadapi skenario terburuk, memperkuat langkah-langkah pengendalian banjir dan badai, serta meningkatkan inspeksi terhadap potensi bahaya.

Kementerian Sumber Daya Alam China telah mengaktifkan tanggap darurat Tingkat II untuk bencana geologi, yang merupakan tingkat tertinggi kedua dalam sistem tanggap darurat empat tingkat di negara tersebut, dilaporkan oleh Kantor Berita Xinhua.

Personel keamanan Nepal telah menyelamatkan lebih dari 250 orang menggunakan helikopter militer, sementara kepolisian dan tentara terus melanjutkan pencarian di area terdampak banjir, kata Perdana Menteri Nepal Balendra Shah dalam sebuah unggahan di Facebook. Lebih dari 50 warga telah kehilangan nyawa akibat banjir sejauh ini, ujarnya, sembari mengimbau masyarakat di area terdampak untuk tetap tenang dan bersabar.

"Pemerintah bertanggung jawab penuh atas proses evakuasi, pengobatan, makanan, dan tempat tinggal Anda," kata Shah. "Di masa bencana seperti ini, kita semua harus bersatu."

Perdana Menteri India Narendra Modi telah berkomunikasi dengan sejawatnya dari Nepal dan menyampaikan duka cita mendalam, menurut sebuah unggahan di platform X. "India siap memberikan semua bantuan kemanusiaan yang memungkinkan bagi Nepal," tegasnya. "Tim kami berkoordinasi secara erat dalam upaya penyelamatan dan penyaluran bantuan."

Banyak warga negara India di kawasan tersebut yang tengah melakukan ziarah Kailash Manasarovar Yatra menuju Gunung Kailash dan Danau Manasarovar di Tibet, situs yang dianggap suci oleh umat Hindu dan Buddha, menurut laporan Press Trust of India.

Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India yang berbatasan langsung dengan Nepal, juga bersiap menghadapi potensi banjir seiring perkiraan naiknya permukaan air sungai. "Instruksi telah dikeluarkan kepada pemerintah daerah untuk tetap waspada penuh dan memastikan persiapan yang diperlukan," kata kepala menteri negara bagian tersebut dalam sebuah unggahan di X.

Otoritas China mengumumkan rincian dana darurat untuk upaya penyelamatan dan pemulihan. Kementerian Keuangan dan Kementerian Sumber Daya Alam mengalokasikan dana bantuan bencana alam pusat sebesar 120 juta yuan (Rp317 miliar) untuk mendukung upaya penyelamatan darurat dan penanganan bencana di Tibet. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional mengalokasikan 100 juta yuan dari anggaran pusat untuk mendukung pemulihan dan rekonstruksi darurat setelah bencana.

(bbn)

No more pages