Logo Bloomberg Technoz

Bahkan dia menyebut KSSK telah dikabari jauh hari sebelum dilakukanya penarikan dana SAL dari Himbara. 

"Jadi intinya itu semua tergantung koordinasinya kan. Dan kami enggak melihat ada masalah dengan koordinasi sejauh ini. Jadi tujuannya sama-sama baik. Bagaimana menambah likuditas di perbankan kita."

"Khususnya kalau SAL dia langsung masuk ke DPK kan. Nah sementara kalau dari kami juga dengan kita membuka fasilitas Repo. Kemudian juga kami mulai mengurangi SRBI. Itu juga menambah likuditas bank. Tapi kan memang bukan di dalam DPK-nya. Jadi alat likuditasnya bank naik," pungkasnya.

Untuk diketahui, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun bertanya kepada calon orang nomor satu di bank sentral ini terkait kebijakan pemindahan SAL ke bank Himbara sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sejak September 2025. 

Namun, Destry tak sempat menjawab pertanyaan tersebut. 

Di sisi lain, sebagaimana diberitakan sebelumnya Menkeu Purbaya memastikan akan kembali menambah penempatan SAL di Himbara sebanyak Rp70 triliun secara bertahap hingga pekan depan. SAL yang semula ditempatkan hingga Desember 2026 diperpanjang hingga Juli 2027. 

“Rp200 triliun sampai dengan Juli tahun depan. Supaya mereka leluasa menyalurkan kredit dan uang itu dan yang Rp100 triliun sampai akhir tahun. Saya juga bilang ke mereka, siang ini saya inject Rp40 triliun tambahan. Minggu depan saya tambah lagi Rp30 triliun. Jadi kira-kira total di sistem perbankan orang perintah hampir Rp400 triliun,” jelas Purbaya ditemui di Kementerian Keuangan, Rabu (5/8/2026). 

Purbaya menjelaskan perbankan sempat ragu ihwal penarikan dana SAL pada Desember 2026. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi perilaku perbankan dalam menyalurkan kredit. Hal itu terungkap ketika Purbaya bertemu dengan para pimpinan Himbara hari ini, Rabu (5/8/2026) siang. 

“Kayaknya bank itu ragu, uang saya yang SAL itu akan diambil atau nggak sampai akhir tahun. Sehingga mempengaruhi behavior mereka melakukan penyaluran kredit. Jadi saya bilang ke mereka, saya akan berpanjang,” tuturnya. 

Purbaya menyebut alasan pemerintah memperpanjang dana SAL di perbankan untuk menambah likuiditas di sistem perbankan hingga pertumbuhan ekonomi yang berjalan lebih cepat. Kala itu, Purbaya sempat enggan memperpanjang dana SAL di perbankan. 

“Pada waktu itu kan sementara. Tapi kan kita lihat reaksi di sistem perekonomian seperti apa. Ketika kita lihat emang dampaknya serius ya kita bantu sedikit sistem perbankan,” ujarnya. 

Ihwal tambahan dana Rp70 triliun di perbankan, Purbaya menyebut Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) akan mendapatkan Rp10 triliun. Sementara sisanya seperti Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan mendapatkan porsi yang sama dengan total Rp50 triliun. 

“Share-nya sama seperti sebelumnya. Jadi Rp70 dalam seminggu ini. BTN sama BSI [Rp10 triliun], yang tiga kayaknya, yang tiga besar sama share-nya.Nanti yang dua itu lebih kecil sedikit,” imbuhnya. 

(prc/ell)

No more pages