Jika larangan ekspor solar Rusia diperpanjang, hal ini akan menambah tekanan pada pasokan bahan bakar global yang sudah terbatas.
Sebelum serangkaian serangan besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Ukraina terhadap industri penghasil bahan bakar Rusia dalam beberapa bulan terakhir, Negeri Beruang Merah merupakan eksportir utama solar ke pasar luar negeri, yang menyumbang sekitar 10% dari pasokan global.
Sejauh bulan ini, Ukraina telah melancarkan 18 serangan terhadap kilang minyak Rusia, menyamai rekor jumlah serangan yang terjadi pada Juli.
Pekan lalu, Wakil Perdana Menteri Alexander Novak, yang membawahi sektor energi Rusia, mengakui bahwa negara tersebut sedang menghadapi masalah pasokan bensin, sementara stok solar dinilai masih mencukupi.
Media Rusia, RBC, melaporkan bahwa pihak kementerian energi menyatakan kepada mereka bahwa "kemungkinan perpanjangan larangan ekspor solar bagi produsen mulai 1 September saat ini sedang dipertimbangkan."
Keputusan tersebut akan bergantung pada volume produksi dan cadangan, serta laju permintaan domestik, ungkap RBC.
(bbn)































