"Tampaknya harga minyak mentah kini mulai memperhitungkan peluang tercapainya kesepakatan damai yang lebih cepat dari perkiraan," kata Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior Perdagangan di BOK Financial Securities Inc. "Dengan masih adanya sebagian minyak yang dapat melintasi selat, Iran dan AS lebih berpeluang berada dalam fase baru de-eskalasi karena kedua belah pihak sama-sama mencari jalan keluar."
Di tempat lain, American Petroleum Institute melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS melonjak 4,2 juta barel pada pekan lalu, menurut dokumen yang diperoleh Bloomberg. Jika dikonfirmasi oleh data resmi pemerintah pada Rabu (26/8), capaian ini akan menjadi kenaikan mingguan yang keempat secara berturut-turut.
Harga:
- Minyak WTI pengiriman Oktober turun 1,5% menjadi US$81,14 per barel pada pukul 06.05 pagi waktu Singapura.
- Minyak Brent penyelesaian Oktober terkoreksi 3,9% dan ditutup pada posisi US$88,58 per barel.
(bbn)
No more pages
































