Namun ESI memberikan catatan bahwa TOBA masih berada pada area low operating margin-high diversification, menunjukkan bahwa peningkatan kontribusi bisnis non-batu bara belum langsung diikuti tingkat profitabilitas yang tinggi.
Kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan strategi diversifikasi yang gagal. ESI justru memberikan konteks bahwa proses diversifikasi sedang berjalan dan profitabilitas diharapkan mengikuti.
Dengan kata lain, margin operasional TOBA yang masih rendah dapat dilihat sebagai konsekuensi jangka pendek dari fase investasi dan pembangunan bisnis baru secara aktif, sebelum skala operasi dan tingkat utilisasi aset baru mencapai level yang lebih optimal.
Senada dengan ESI, analis Christian Sitorus dari MNC Sekuritas menjelaskan bahwa tahun-tahun awal transformasi tidak bisa langsung mencetak margin yang tebal karena membutuhkan penyesuaian model operasional sebagai konsekuensinya.
“Sepanjang transformasi bisnis sudah mulai tercermin di pendapatan, ruang untuk melakukan efisiensi juga terbuka seiring waktu. Untuk TOBA, kontribusi pendapatan dari bisnis yang sustainable seperti waste management dan EV sudah signifikan dan terlihat di kuartal I-2026. Marjin dan profitabilitas nanti akan mengikuti ke depannya.” ujar Christian.
Pada kuartal I-2026, TOBA membukukan pendapatan sebesar US$86,29 juta, meningkat sekitar 20,6% dibandingkan US$71,52 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bruto juga meningkat menjadi US$10,38 juta dari US$7,07 juta, atau tumbuh sekitar 46,8% secara tahunan.
Menariknya, pertumbuhan pendapatan tersebut semakin ditopang oleh lini usaha di luar batu bara. Pendapatan dari pengolahan dan pembuangan limbah mencapai US$51,96 juta pada kuartal I-2026, melonjak dari US$9,49 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, pendapatan penjualan dan penyewaan kendaraan listrik meningkat menjadi US$3,20 juta dari US$1,35 juta. Pendapatan dari produk perkebunan tercatat sekitar US$1,60 juta. Pada saat yang sama, pendapatan batu bara tercatat US$29,52 juta, turun dari US$47,95 juta pada kuartal I-2025.
Christian menambahkan transformasi biasanya akan baru benar-benar terasa setelah mencapai tahun ketiga sampai tahun kelima atau bahkan bisa lebih cepat.
“TOBA masih berada di fase awal transformasi dari perusahaan batu bara ke sustainable business. Perkembangannya sudah positif sejauh ini. Ke depan, sustainable growth story, profitabilitas dan margin tebal serta arus kas yang kuat adalah arah yang dituju TOBA” pungkas Christian.
Christian optimistis bahwa TOBA mampu mencapai fase tersebut dan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin dalam transformasi dari bisnis ekstraktif ke keberlanjutan. Tentu hasilnya tidak instan dan memerlukan eksekusi yang disiplin.
(tim)