Bahkan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kemudian memberikan arahan soal penyesuaian seragam dinas agar secara proporsional mengakomodasi penggunaan jilbab bagi kadet perempuan yang beragama Islam.
“Ke depan, komitmen ini harus benar-benar dijaga dan diterjemahkan secara jelas dalam pedoman teknis tertulis sejak awal masa sosialisasi dan pendaftaran," kata Mahfudz.
"Jangan sampai ada putra-putri terbaik bangsa yang merasa ragu atau terhambat cita-citanya untuk mengabdi di sektor pertahanan hanya karena multitafsir aturan atau kendala teknis dalam menjalankan kewajiban agamanya.”
Menurut dia, Kemhan harus memastikan kebijakan soal pengenaan hijab bisa diimplementasikan secara teknis di lapangan. Dia meminta tak ada lagi perbedaan pemahaman antara pimpinan hingga panitia seleksi atau pengawas pendidikan di Unhan.
(dov/frg)




























