Hasilnya, Prabowo menambahkan, tim pangan bisa mencapai target hanya dalam satu tahun.
Dalam kesempatan itu, Prabowo berjanji bila tim energi di Kabinet Merah Putih mampu menyelesaikan target tersebut, maka akan diberikan tanda kehormatan.
"Dulu swasembada pangan saya beri target 4 tahun, tim ekonomi, tim pertanian, tim pangan berhasil 1 tahun," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil mengatakan total kebutuhan investasi dari program PLTS 100 GWp adalah US$73 miliar atau setara dengan Rp1.140 triliun.
Adapun, terdapat tiga konsep pengembangan program ini. Konsep itu adalah PLTS Ground Mounted di mana dilakukan pembangunan skala besar di lahan terbuka; PLTS atap yang memanfaatkan atap bangunan; dan PLTS terapung yang memanfaatkan danau dan badan air.
Bahlil mengatakan program ini berpotensi menghemat Rp73,9 triliun per tahun dari penggunaan PLTS dan penyimpanan energi berbasis baterai atau battery energy strorage system (BESS) dibandingkan dengan menggunakan diesel.
Pemerintah juga menargetkan program ini mampu menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja. Bila pemerintah mampu mengimplementasikan proyek ini, maka diperkirakan terdapat penurunan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon sebesar Rp6,31 triliun.
"Untuk PLTS-nya saja yang sekarang kita resmikan, itu nilainya itu kurang lebih sekitar 5 sampai 6 sen. Namun itu belum termasuk baterai,” kata Bahlil.
(dov/naw)


























