Beberapa jam sebelumnya, Departemen Keuangan AS meluncurkan paket sanksi yang menyasar puluhan individu dan entitas. Menteri Keuangan Scott Bessent menggambarkan langkah ini sebagai bagian dari Operation Economic Outcast, sebuah kampanye lebih luas yang bertujuan memutus sisa-sisa jalur keuangan Iran.
Meskipun menyertakan entitas yang berbasis di Hong Kong, AS menghindari penargetan terhadap lembaga keuangan besar China. Langkah-langkah ini mengindikasikan bahwa Washington berupaya meningkatkan risiko bisnis dengan Teheran tanpa harus menghadapi dampak ekonomi dan diplomatik yang lebih luas jika menjatuhkan sanksi pada bank-bank besar China.
China membeli sebagian besar minyak Iran dan menjadi mitra dagang terbesar kedua bagi negara tersebut pada tahun 2025, berada di belakang Uni Emirat Arab—yang menyatakan telah memutus seluruh hubungan ekonomi dengan Teheran setelah menuduhnya menembakkan rudal balistik ke wilayahnya.
(bbn)



























