Adapun KKI Pemerintah sendiri secara resmi diluncurkan oleh Bank Indonesia pada tanggal 8 Mei 2023 bertepatan dengan acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI), setelah tahap awal berbasis QRIS diinisiasi pada Agustus 2022.
Namun, tepat pada Hari Kemerdekaan ke-81 RI, BI akhirnya memperluas KKI ke segmen ritel. Artinya, instrumen ini tidak lagi hanya digunakan untuk transaksi pemerintah, tetapi dapat dimiliki masyarakat maupun korporasi sesuai produk yang diterbitkan masing-masing penyelenggara jasa pembayaran (PJP).
Lalu siapa saja bank penerbitnya? Pada tahap awal, setidaknya terdapat tujuh PJP first mover yang menerbitkan KKI rite mulai dari BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, PermataBank dan Bank Mega. Sementara Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi next mover dengan produk KKI berbasis syariah.
Cara Kerja KKI untuk Transaksi QRIS
KKI tidak hanya berfungsi sebagai kartu pembayaran, tetapi juga dapat digunakan sebagai sumber dana untuk transaksi melalui QRIS. Pengguna dapat memilih KKI sebagai sumber dana ketika melakukan pembayaran menggunakan layanan QRIS.
Dalam penggunaannya, pemegang kartu dapat memilih fitur QRIS pada aplikasi pembayaran yang mendukung transaksi tersebut. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan, yakni QRIS MPM, QRIS CPM, dan QRIS TAP.
Atau sederhananya, pengguna memilih KKI sebagai sumber dana, kemudian melakukan pembayaran dengan memindai QRIS atau menggunakan QRIS Tap. Transaksi tersebut nantinya menjadi tagihan kepada pemegang KKI sesuai ketentuan bank penerbit.
Sebab KKI merupakan instrumen deferred payment, sehingga pembayaran atas transaksi dilakukan kemudian sesuai mekanisme fasilitas kredit yang diberikan penerbit.
Beda KKI dengan Visa dan Mastercard
Meski sama-sama dapat digunakan sebagai sumber dana untuk melakukan transaksi, KKI memiliki mekanisme pemrosesan yang berbeda dari kartu kredit dengan jaringan seperti Visa dan Mastercard.
Perbedaan paling mendasar antara KKI dengan kartu kredit yang menggunakan prinsipal internasional seperti Visa dan Mastercard terdapat pada skema pemrosesan transaksi.
KKI diproses secara domestik melalui Infrastruktur Sistem Pembayaran Nasional. Sementara itu, kartu kredit dengan prinsipal internasional memproses transaksi menggunakan jaringan milik prinsipal internasional.
Bisa Digunakan di Indonesia hingga Cross Border
BI juga menyampaikan bahwa pada tahap awal KKI dapat digunakan untuk berbagai jenis belanja masyarakat di merchant yang menerima pembayaran melalui QRIS.
Penggunaan tersebut tidak hanya terbatas pada transaksi domestik di Indonesia. KKI juga dapat digunakan di luar negeri melalui skema QRIS Cross Border pada negara yang menjadi mitra Indonesia.
Meski demikian, penggunaan KKI di luar negeri tetap bergantung pada ketersediaan skema QRIS Cross Border di negara mitra. Artinya, cakupan internasionalnya mengikuti negara dan ekosistem pembayaran yang telah terhubung dengan sistem tersebut.
Syarat Pengajuan Kartu Kredit Indonesia
Mengutip laman resmi BNI terdapat sejumlah syarat untuk mengajukan kartu kredit Indonesia. Berikut syarat pengajuannya
- Penghasilan Minimum Setahun Rp36 juta
- Usia Minimum Pemegang Kartu Utama 21 tahun
- Usia Minimum Pemegang Kartu Tambahan 17 tahun
- Usia Maksimum Pengguna 65 tahun
- BNI Kartu Kredit Indonesia memiliki minimum limit kredit Rp5 juta.
Selain itu, calon pemegang kartu perlu menyiapkan sejumlah dokumen pendukung, antara lain:
- KTP atau paspor;
- Bukti penghasilan;
- Dokumen usaha seperti SIUP/TDP bagi pengusaha;
- Surat izin profesi bagi pemohon yang bekerja sebagai profesional;
- Informasi kartu kredit dari bank lain, termasuk nomor kartu dan member since, bagi pemegang kartu kredit bank lain; dan
- NPWP
BNI juga menetapkan minimum pembayaran sebesar 5% dari total tagihan, dengan bunga transaksi ritel sebesar 1,75% per bulan.
(prc/ell)































