Bos BMKS Ungkap Tiga Ujian Bangun Bursa Mineral RI
Cahya Puteri Abdi Rabbi
25 August 2026 08:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpilih, Sarjito, mengungkap tiga tantangan utama yang harus dihadapi Indonesia untuk membangun bursa mineral dan komoditas strategis yang dalam, transparan, likuid, dan dipercaya dunia.
Dalam paparannya, Sarjito mengatakan tantangan pertama adalah kedaulatan dalam pembentukan harga. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi besar sebagai produsen sejumlah mineral dan komoditas, tetapi harga acuannya masih terbentuk di luar negeri.
“Bagaimana mungkin kita sebagai produsen atau penghasil timah terbesar di dunia, penghasil nikel terbesar di dunia, tetapi harganya tidak ditentukan oleh negara kita sendiri, tetapi ditentukan di negara lain,” kata Sarjito.
Sebagai informasi, Komisi XI DPR RI telah menyepakati Sarjito untuk mengisi posisi Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK periode 2026-2031 setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada Senin (24/8/2026). Penetapan tersebut selanjutnya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR pada 27 Agustus 2026 mendatang.
Sarjito kembali menjelaskan bahwa pembentukan harga komoditas Indonesia saat ini masih mengacu pada sejumlah bursa global, di antaranya London Metal Exchange, Shanghai Futures Exchange, Chicago Mercantile Exchange, dan Singapura. Kondisi tersebut dinilai membuat besarnya produksi Indonesia belum diikuti dengan pengaruh yang kuat dalam price discovery.
































