Di sisi korporasi, laporan keuangan Nvidia akan menjadi indikator untuk mengukur apakah permintaan terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) masih mampu menopang valuasi saham teknologi.
Sementara di Asia, fokus pasar akan beralih pada kalender ekonomi yang terdiri dari keputusan beberapa bank sentral di kawasan. Bank of Korea (BOK) akan mengumumkan tingkat suku bunga. Bloomberg Economics memperkirakan BOK akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3%, melanjutkan tren pengetatan sebelumnya.
Proyeksi ini dihasilkan dari data inflasi inti yang meningkat, kuatnya permintaan chip AI yang mendorong ekspor, investasi, upah, dan konsumsi, juga kenaikan harga properti di Seoul.
Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) juga diperkirakan menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 5%. Inflasi Filipina tercatat tinggi di 6,2% secara tahunan, jauh di atas target 2-4%, sementara mata uang peso masih tertekan oleh pergerakan dolar AS menjadi pertimbangan utama.
Sebaliknya, Bank of Thailand diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di 1%. Inflasi Thailand masih berada dalam target 1-3%, sementara pertumbuhan ekonomi tercatat melambat. Kondisi ini membuat bank sentral Thailand perlu mendukung perekonomian, terutama karena permintaan domestik Thailand juga relatif lemah.
Di belahan dunia lainnya, inflasi Jepang akan menjadi perhatian pelaku pasar pada hari terakhir perdagangan pekan ini. Bloomberg Economics memperkirakan inflasi Jepang tanpa makanan segar naik menjadi 1,8% secara tahunan dari 1,7% sebelumnya. Sementara inflasi tanpa makanan segar dan energi diperkirakan mencapai 2%.
Jika tekanan inflasi semakin persisten, pasar akan yakin bahwa Bank of Japan akan mempercepat normalisasi kebijakan. Bloomberg Economics memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga 25 bps pada Oktober, jika inflasi terus merangkak naik bahkan berpotensi melampaui target 2%.
Kenaikan harga minyak, pelemahan yen, dan meningkatnya biaya tenaga kerja diperkirakan mendorong kenaikan harga barang dan jasa. Sebagai catatan, yen Jepang melemah 2,36% sepanjang kuartal kedua 2026, hanya lebih baik dari rupiah.
Di dalam negeri, El Nino yang menggempur sebagian wilayah di dunia sampai juga di Indonesia. Sejumlah kawasan hutan di dalam negeri yang terbakar disinyalir efek dari fenomena tersebut, dan menjerat sebagian daerah dengan kabut pekat.
Bahkan, kebakaran ini kembali berpotensi meningkatkan ketegangan diplomatik dengan negara tetangga. Malaysia dan Brunei Darussalam yang terkena dampak asap berencana membawa isu tersebut ke forum ASEAN.
Selain data ekonomi yang hampir sudah semuanya sudah dirilis pekan lalu, pasar akan mencermati bagaimana langkah pemerintah dalam menangani sejumlah bencana yang terjadi pada kuartal ketiga tahun ini, dan dampaknya terhadap fiskal.
Berikut agenda sepekan yang bisa dicermati:
Senin, 24 Agustus 2026
- Indonesia: DPR RI melakukan rapat Panja RUU Tentang Perlindungan Tenaga Kerja
- Singapura: CPI
- Taiwan: tingkat pengangguran
- Meksiko: PDB, CPI dua mingguan
- Selandia Baru: penjualan ritel
Selasa, 25 Agustus 2026
- Indonesia: pasar libur memperingati Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Australia: risalah rapat RBA
- Jerman: PDB, indeks iklim bisnis IFO
- Hungaria: keputusan suku bunga
- Hong Kong: perdagangan
- Meksiko: cadangan devisa
- Korea Selatan: kepercayaan konsumen
- Swedia: risalah rapat Riksbank
- Taiwan: produksi industri
- AS: penjualan rumah baru, indeks kepercayaan konsumen Conference Board, indeks harga rumah FHFA
Rabu, 26 Agustus 2026
- Malaysia: Bloomberg Survey edisi Agustus
- Australia: CPI, indeks utama Westpac
- Rusia: produksi industri
- Singapura: produksi industri
- Thailand: keputusan suku bunga
- AS: pendapatan konsumen, indeks harga PCE, PDB, pesanan barang tahan lama, pengajuan KPR
- Nvidia merilis laporan keuangan, dengan investor mencermati apakah permintaan terhadap teknologi AI masih mampu menopang valuasinya.
- Laporan pendapatan dan belanja pribadi AS untuk Juli, termasuk indikator inflasi pilihan The Fed, yaitu PCE, akan menunjukkan apakah inflasi cukup melandai untuk memungkinkan The Fed mempertahankan jeda kebijakan moneternya lebih lama.
- Konferensi Thailand Focus 2026 digelar di Bangkok, dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas sebagai salah satu pembicara. Berlangsung hingga 28 Agustus.
Kamis, 27 Agustus 2026
- Indonesia: Bloomberg Survey edisi Agustus
- China: laba industri
- Jerman: kepercayaan konsumen GfK
- Islandia: CPI
- Jepang: pesanan mesin perkakas
- Meksiko: perdagangan, pengangguran
- Norwegia: PDB
- Filipina: keputusan suku bunga
- Polandia: risalah rapat bank sentral
- Korea Selatan: keputusan suku bunga
- Thailand: perdagangan
- AS: persediaan grosir, klaim awal tunjangan pengangguran
- Para bankir sentral dan ekonom berkumpul di Wyoming untuk Jackson Hole Economic Policy Symposium tahunan yang diselenggarakan Kansas City Fed. Berlangsung hingga 29 Agustus.
- ECB menerbitkan risalah dari rapat kebijakan moneternya yang terakhir.
- Pidato oleh Deputi Gubernur BOJ Ryozo Himino di Saitama, Jepang.
Jumat, 28 Agustus 2026
- Thailand: Bloomberg Survey edisi Agustus
- Kanada: PDB
- Chile: pengangguran
- Republik Ceko: PDB
- Zona euro: kepercayaan konsumen
- Finlandia: PDB, perdagangan
- Prancis: CPI, PDB
- Jerman: pengangguran
- India: produksi industri
- Jepang: pengangguran, CPI Tokyo
- Filipina: perdagangan
- Spanyol: CPI
- Sri Lanka: perdagangan
- Swedia: PDB, penjualan ritel, kepercayaan konsumen
- Thailand: cadangan devisa
- AS: sentimen konsumen University of Michigan, Chicago PMI MNI
- BYD merilis laporan keuangan.
- Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan pidato utama di Jackson Hole. Pasar akan mencermati penilaiannya mengenai inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan arah suku bunga. Anggota Dewan Eksekutif ECB Isabel Schnabel juga mengikuti diskusi panel dalam simposium tersebut.
(dsp/aji)




























