Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg News telah melaporkan secara mendalam mengenai sistem pintu modern ini, dengan mengidentifikasi setidaknya 15 korban jiwa dalam belasan insiden di mana penumpang maupun tim penyelamat gagal membuka pintu mobil Tesla yang mengalami kecelakaan dan terbakar. Bloomberg juga melaporkan pada akhir tahun lalu bahwa Chief Executive Officer Elon Musk tetap bersikeras menggunakan pintu elektronik meskipun kekhawatiran terkait keselamatan telah diangkat secara internal.

Pemerintah China memberikan perhatian khusus pada isu ini setelah terjadinya sederet kecelakaan beruntun yang memicu kebakaran pada kendaraan buatan Xiaomi Corp. China bahkan menjadi negara pertama di dunia yang melarang desain tersebut ketika melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi pada kendaraan listrik awal tahun ini. Negara tersebut juga tengah merumuskan berbagai regulasi untuk teknologi bantuan pengemudi (driver-assistance), baterai, dan standar lainnya demi meningkatkan keselamatan berkendara di saat para produsen mobil China mampu mengembangkan mobil dalam waktu separuh lebih cepat dibanding pabrikan konvensional.

Langkah ini mencatat rekor sebagai salah satu penarikan kendaraan terbesar untuk masalah kualitas yang sejenis di China, menurut Li Yanwei, penasihat di Asosiasi Dealer Mobil China (China Automobile Dealers Association).

Setelah Tesla, Xiaomi menyumbang jumlah kendaraan terbanyak kedua dalam aksi recall pada Jumat tersebut, yaitu sebanyak 390.435 unit sedan listrik SU7 miliknya. Sementara itu, Zhejiang Leapmotor Technology Co Ltd. menarik 371.200 unit kendaraan, berdasarkan data dari badan pengawas pasar. Total kendaraan listrik yang ditarik dari sembilan pabrikan akibat risiko keselamatan gagang pintu ini mencapai sekitar 4,27 juta unit.

Tesla pada Jumat juga menarik sekitar 2,7 juta unit kendaraan untuk memperkuat sistem pemantauan pengemudi saat menggunakan teknologi driver-assistance, guna memastikan mereka tetap fokus pada kondisi lalu lintas dan terhindar dari tabrakan.

Produsen mobil asal AS tersebut tidak segera merespons permintaan komentar di AS.

Dampak bagi Pasar Amerika Serikat

Di AS, otoritas pengawas keselamatan jalan raya bulan lalu menyatakan bakal memulai langkah awal yang dapat berujung pada penetapan aturan federal baru mengenai risiko keselamatan gagang pintu. Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (National Highway Traffic Safety Administration/NHTSA) juga sedang menyelidiki unit Tesla Model Y tertentu menyusul adanya keluhan mengenai penumpang yang terjebak akibat masalah pintu. Selain itu, seorang anggota parlemen AS telah mengajukan rancangan undang-undang yang mewajibkan tuas pembuka pintu manual pada mobil baru serta akses khusus bagi petugas tanggap darurat saat kendaraan kehilangan daya listrik.

Michael Brooks, Direktur Eksekutif Center for Auto Safety—sebuah kelompok advokasi yang berbasis di Washington—menyatakan bahwa langkah recall serupa berpeluang menyusul di AS, mengingat para produsen biasanya menerapkan perbaikan penarikan di pasar negara lain.

"Sebagian besar produsen, ketika mereka melakukan recall di satu negara, biasanya sudah berada dalam proses perencanaan dan penyelesaian untuk negara-negara berikutnya," ujar Brooks.

Namun, Brooks menilai bahwa solusi dalam aksi recall di China belum cukup jauh untuk mengatasi risiko yang timbul akibat pemisahan mekanisme pembuka pintu elektronik dan manual. Menggabungkan kedua fungsi tersebut dalam satu gagang pintu yang sama akan memudahkan penumpang untuk keluar dari kendaraan setelah mengalami kecelakaan, tegasnya.

"Saya rasa penarikan ini tidak akan seefektif recall yang benar-benar membenahi masalah keselamatan pada tingkat komponen dan mekanisnya," pungkas Brooks.

(bbn)

No more pages