Chaplin mengatakan chikungunya, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dan biasanya ditemukan di Asia serta Amerika Selatan, juga mulai menyebar ke Eropa dan Amerika Serikat.
Nyamuk yang dapat menularkan penyakit tersebut sudah terdapat di Eropa, sementara kasus virus yang dibawa dari luar negeri dapat memicu wabah lokal, katanya.
Ia mencatat adanya wabah lokal sebelumnya di Italia dan Prancis. Menurut European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), Prancis juga telah melaporkan kasus yang ditularkan secara lokal pada tahun ini.
ECDC mengatakan di situsnya bahwa suhu lingkungan merupakan salah satu faktor lingkungan terpenting yang memengaruhi penularan chikungunya melalui nyamuk.
“Sepertinya hanya masalah waktu sebelum chikungunya, sayangnya, menjadi penyakit yang umum di Eropa Selatan dan juga di Amerika Serikat,” kata Chaplin.
(spt)































