Apabila tembus support Rp180/saham, pelemahan saham RANS berpotensi menuju level terendahnya yaitu tepat di harga IPO Rp170/saham. Bahkan ada risiko menuju Rp150/saham sebagai titik cut loss.
Salah satu sebab tertekannya saham RANS adalah keputusan Trimegah Sekuritas, yang juga merupakan Penjamin Emisi Efek saat IPO, melakukan aksi jual yang signfikan. Trimegah terungkap menempati urutan pertama dalam daftar top net sell. Adapun harga rata-rata dari transaksi jual broker tersebut ada di Rp228/saham. Net value atau transaksi jual bersih traders melalui Trimegah Sekuritas mencapai lebih dari Rp258 miliar.
Sentimen lainnya adlaah pengunduran diri Grandy Prajayakti sebagai direktur pada 22 Juli 2026. Kekhawatiran kinerja RANS yang mencetak penurunan profitabilitas dalam tiga tahun berturut–turut juga menjadi perhatian investor.
Terungkap di prospektus IPO, pendapatan RANS turun selama tiga tahun beruntun hingga berada di posisi Rp353,37 miliar pada 2025 imbas pelemahan di bisnis brand ambassador, hilangnya kontribusi di bisnis klub sepak bola, dan perlambatan penjualan. Dampak langsungnya, laba bersih 2025 amblas 41,6% year–on–year menjadi Rp56,7 miliar.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, penurunan kinerja RANS terjadi pada area top line. Pendapatan setoran dari segmen duta merek dan talent management susut 51,55% dari yang sebelumnya Rp107,1 miliar pada 2024 menjadi tersisa Rp51,92 miliar pada 2025.
Selain itu, pendapatan dari segmen penjualan produk makanan, minuman dan produk kecantikan berbasis intellectual property (IP) juga turun 12,69% menjadi Rp107 miliar dari sebelumnya Rp122,5 miliar.
RANS juga mencatatkan kenaikan beban yang luar biasa besar terutama di pos beban penjualan mencapai 100% lebih menjadi Rp25,13 miliar.
Dengan performa ini, RANS mencatatkan penurunan pada seluruh rasio rentabilitas. Return on Assets (RoA) jatuh dari sebelumnya 16,43% pada 2024 menjadi 12,3% pada 2025. Return on Equity (RoE) amblas dari sebelumnya 22,35% menjadi hanya 16,6%.
Dari sisi valuasi, dua analis menilai saham RANS terbilang premium (overvalued) dibanding dengan rata-rata peers. Pada saat listing, melansir riset Panin Sekuritas, valuasi RANS setara dengan PER 28-35x, dibanding dengan peers-nya yang hanya 18,7x.
“Menurut kami, valuasi ini premium berbasis kinerja historis dengan aktivitas bisnis masih bergantung pada talent utama,” mengutip kajian Equity Research Analyst Panin Sekuritas Sarkia Adelia.
Senada dengan yang dipaparkan Semesta Research yang menganalisis P/BV RANS tercatat sebesar 6,3x, lebih tinggi dibanding dengan rata-rata industri yang berada di 5,8x.
“Perbandingan harga terhadap laba atau P/E RANS menunjukkan valuasi yang relatif premium mencapai 37,8x,” tulis Semesta Research dari PT Semesta Indovest Sekuritas.
(fad/aji)






























