Dinamika di AS membawa angin segar bagi harga emas. Departemen Keuangan AS mengumumkan akan membeli kembali (buyback) obligasi jangka panjang. Langkah ini dilakukan untuk menekan yield.
“Meningkatkan, setidaknya dua kali, ukuran likuiditas untuk mendukung operasi buyback obligasi tenor 10 tahun sampai 30 tahun,” sebut keterangan Departemen Keuangan AS.
Hasilnya lumayan. Kemarin, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun 6 basis poin (bps) ke 4,65%.
“Peningkatan buyback oleh Departemen Keuangan relatif kecil dibandingkan utang pemerintah AS yang mencapai US$ 40 triliun. Namun langkah ini memberi sinyal bahwa Departemen Keuangan mendukung pasar keuangan yang lebih longgar. Sesuatu yang positif bagi emas,” jelas Ole Hansen, Head of Commodity Strategy di Saxo Bank, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat imbal hasil instrumen lain sedang tinggi.
(aji)































