Logo Bloomberg Technoz

Harga Emas Jatuh 6% Lebih Selama September, Oktober Bisa Bangkit?

Hidayat Setiaji
01 October 2026 07:10

Karyawan melayani jual beli emas perhiasan di sebuah toko emas di Pasar Kebayoran, Jakarta, Jumat (19/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andran Kristianto)
Karyawan melayani jual beli emas perhiasan di sebuah toko emas di Pasar Kebayoran, Jakarta, Jumat (19/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andran Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia melemah pada perdagangan kemarin. Sepanjang September, harga sang logam mulia pun merah.

Pada Rabu (30/9/20256), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.156/troy ons. Melemah 0,63% dibandingkan hari sebelumnya.

Koreksi ini membuat harga emas mencatat penurunan lebih dari 6% sepanjang perdagangan Oktober. Ini menjadi koreksi bulanan terdalam sejak Juni.


Sentimen yang membebani harga emas pada September adalah arah kebijakan moneter global. Sejumlah bank sentral utama dunia seperti Federal Reserve (Amerika Serikat/AS), ECB (Uni Eropa), dan BoJ (Jepang) kompak menaikkan suku bunga acuan dalam rapat bulan lalu.

Investor memperkirakan ini bukan kenaikan yang terakhir. Risiko inflasi masih menghantui mengingat harga energi yang tinggi gara-gara konflik di Timur Tengah.