Logo Bloomberg Technoz

Ricky menegaskan proses transisi kepemilikan bakal dilakukan secara lancar dengan tetap menjaga kegiatan operasional.

“Prioritas utama Sefas adalah memastikan proses transisi berjalan lancar dengan tetap menjaga kegiatan operasional yang aman dan andal,” ungkapnya.

Ricky menyatakan Sefas Group sudah sejak lama bermitra dengan Shell Indonesia, utamanya dalam distribusi pelumas Shell.

Ricky meyakini pengalaman tersebut dapat membuat Sefas Group memahami pasar Indonesia, kebutuhan pelanggaran, serta memiliki jaringan yang dapat mendukung usaha SPBU.

“Kepemilikan lokal memberikan landasan yang kuat bagi fase pengembangan bisnis selanjutnya. Ambisi kami adalah membangun salah satu bisnis ritel energi yang paling tepercaya dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi negara serta kebutuhan energi yang terus berkembang,” kata Ricky.

Tidak disebutkan berapa nilai dari akuisisi SPBU Shell tersebut.

Kepada Bloomberg Technoz, perwakilan Shell Indonesia yang menolak disebutkan namanya mengatakan akuisisi tersebut dilakukan sepenuhnya atau 100% oleh Sefas Group.

Dengan kata lain, akuisisi tidak dilakukan melalui usaha patungan atau joint venture (JV) yang sebelumnya disebut-sebut melibatkan Citadel Pacific Limited.

Sebelumnya, General Manager Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian—yang sempat menjabat Presiden Direktur Shell Indonesia, mengungkapkan proses alih kepemilikan SPBU Shell di Tanah Air ke Citadel Pacific Limited dan Sefas Group masih ditargetkan rampung tahun ini, di tengah perubahan kebijakan pemerintah di sektor industri hilir migas.

Ingrid menegaskan Shell, Citadel Pacific, dan Sefas memiliki kemitraan jangka panjang di Indonesia dan di negara-negara lain.

“Seluruh pihak tetap berkomitmen pada proses [pengalihan kepemilikan jaringan SPBU Shell di Indonesia] ini,” ujarnya saat dimintai konfirmasi, medio Februari.

“Shell mengapresiasi dukungan instansi pemerintah terkait dalam penyelesaian proses pengalihan kepemilikan bisnis SPBU Shell di Indonesia dan mengantisipasi hasil positif di tahun ini,” lanjut Ingrid.

Bagaimanapun, dia juga menambahkan bahwa proses pengalihan kepemilikan bisnis SPBU Shell di Indonesia tetap bergantung pada berbagai persetujuan sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia.

Dalam perkembangannya, Shell mengumumkan Andri Pratiwa diangkat sebagai Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, menggantikan Ingrid. Keputusan tersebut berlaku efektif 1 Mei 2026.

Dalam pengumuman resminya, Shell mengungkapkan langkah tersebut dilakukan seiring fokus perusahaan untuk mengembangkan bisnis pelumas di Indonesia, serta melanjutkan proses alih kepemilikan SPBU Shell di Tanah Air ke Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.

Andri sebelumnya merupakan General Manager Lubricants Shell Indonesia dan bakal tetap menjalankan posisinya meskipun diangkat sebagai Presiden Direktur.  Di sisi lain, Ingrid Bakal melanjutkan perannya di Shell sebagai General Manager Mobility.

“Transisi kepemimpinan ini dilakukan seiring dengan fokus Shell untuk terus mengembangkan bisnis pelumas di Indonesia serta melanjutkan proses yang telah diumumkan sebelumnya terkait dengan pengalihan bisnis SPBU Shell di Indonesia kepada perusahaan patungan Citadel Pacific Limited dan Sefas Group,” sebagaimana tertulis dalam siaran pers Shell, Selasa (14/4/2026).

Andri mengungkapkan Shell bakal terus berinvestasi dalam bisnis pelumas, termasuk pabrik manufaktur gemuk atau grease yang melengkapi fasilitas pabrik pelumas Shell di Marunda.

Sekadar informasi, manajemen Shell sempat menegaskan pengambilalihan bisnis ritel tersebut hanya mencakup SPBU, tetapi tidak termasuk lini bisnis pelumas. Adapun, proses transaksi ditargetkan tuntas tahun depan.

Pemilik baru SPBU Shell nantinya juga menegaskan merek dagang Shell tetap akan berada di Indonesia melalui perjanjian lisensi merek, usai pengalihan kepemilikan aset.

Adapun, perjanjian lisensi tersebut mengizinkan penerima lisensi hak untuk menggunakan merek Shell sesuai dengan standar Shell di wilayah tersebut. Hal ini memungkinkan penerima lisensi untuk mendapatkan keuntungan dari nilai merek.

Unit bisnis yang dilepas Shell di Indonesia itu mencakup jaringan SPBU yang tersebar di 200 lokasi, lebih dari 160 SPBU dimiliki langsung oleh perusahaan. Shell juga memiliki terminal BBM di Gresik, Jawa Timur.

Selepas melepas unit bisnis SPBU, Shell Indonesia bakal tetap menjalankan bisnis pelumas di Tanah Air.

Shell memiliki dan mengoperasikan pabrik pelumas dengan kapasitas mencapai 300 juta liter per tahun dan sedang membangun pabrik manufaktur gemuk di Marunda yang akan memiliki kapasitas 12 kiloton per tahun.

Pada 2022, Shell mengakuisisi EcoOils yang memiliki dua fasilitas pengolahan di Indonesia. Akuisisi ini menambah portofolio bisnis bahan bakar rendah karbon Shell di kawasan tersebut.

(azr/wdh)

No more pages