“Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2% saham perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam,” kata Sekretaris Perusahaan BYAN.
Efek langsungnya, IHSG dibuka melemah pada perdagangan pagi ini, diperberat oleh emiten saham BYAN yang tergelincir di deretan top losers dan top laggard, berdasarkan data Bloomberg. Saham BYAN ambruk 12,74% di posisi Rp15.075/saham, hingga membebani 32 poin terhadap IHSG.
Di lain sisi, pasar juga mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang diumumkan siang nanti. Konsensus pasar memperkirakan BI Rate tetap bertahan di 5,75%.
“Kami memproyeksikan IHSG bergerak relatif terbatas dengan support 6.400–6.430 dan resistance 6.490,” sebut BRI Danareksa.
Secara teknikal, IHSG membentuk gap up dan ditutup di 6.449, tetapi candle penutupan membentuk shooting star di area previous high 6.491, mengindikasikan adanya potensi profit taking di area resistance.
“Selama IHSG mampu bertahan di atas 6.400, maka struktur bullish jangka pendek masih terjaga dengan peluang menguji kembali 6.490. Namun, kegagalan bertahan di area tersebut dapat membuka ruang pullback dan konsolidasi,” papar BRI Danareksa.
Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah EMTK, ADRO, dan BWPT.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menyebut IHSG berhasil bertahan di atas MA20, kendati ditutup dengan gap up. Histogram MACD cenderung mendatar, sementara Stochastic RSI masih berada di area pivot.
“Dengan demikian, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways di kisaran 6.400–6.500 pada perdagangan hari ini,” mengutip analisis Phintraco.
Sementara itu FTSE masih melanjutkan evaluasi pasar saham Indonesia. FTSE mempertahankan pendekatan cautious terhadap Indonesia. Reformasi transparansi pasar mulai diakui, tetapi full index changes masih ditunda setidaknya hingga Desember.
Sebagai informasi, untuk periode September, FTSE hanya melanjutkan penyesuaian yang bersifat mandatory. Sementara penambahan saham baru, kenaikan free float, dan positive WAF adjustment masih ditahan. Terlebih lagi, saham–saham High Shareholding Concentration (HSC) mendapatkan peringatan akan dihapus, efektif per 21 September.
Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah TKIM, AADI, WIFI, CTRA, dan TOWR.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, melemahnya bursa Wall Street dan berlanjutnya aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu naiknya harga komoditas energi dan CPO berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.400–6.350 dan resistance 6.500–6.550,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi LSIP, DSNG, TAPG, HRUM, AADI, dan BUMI.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah yang disebabkan oleh peningkatan yield obligasi di global, harga minyak mentah masih meningkat,outflow asing masih terus terjadi, dan pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali ke level Rp17.800/US$.
Pasar juga tertekan oleh penundaan penyesuaian indeks saham Indonesia oleh FTSE Russell hingga Desember. Serta mayoritas movers IHSG dalam beberapa terakhir ditopang oleh hanya beberapa saham seperti BYAN yang meningkat signifikan, sehingga dapat menjadi risiko penurunan yang lebih tinggi.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah MAPA, SGER, dan CTRA.
(fad/aji)































