Logo Bloomberg Technoz

Peluncuran CFD dilakukan ketika bisnis XTB di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang paruh pertama 2026. Berdasarkan data internal perusahaan, jumlah akun yang terdanai meningkat 741,51% pada H1 2026 dibandingkan H2 2025.

Pertumbuhan juga terlihat dari posisi net deposit kumulatif yang meningkat 600% pada Juni 2026 dibandingkan Desember 2025. Perusahaan menilai perkembangan tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap investasi dan akses pasar global.

CFD Perluas Akses Investor ke Pasar Global

Direktur Utama PT XTB Indonesia Berjangka Jodhi Gahara Aji mengatakan pertumbuhan bisnis tersebut mencerminkan perubahan dalam cara masyarakat Indonesia memandang investasi, terutama ketika investor mulai mencari lebih banyak pilihan diversifikasi dan akses ke pasar global.

"Pertumbuhan pesat yang kami lihat mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam cara masyarakat Indonesia memandang investasi. Seiring investor mencari diversifikasi yang lebih besar dan akses ke pasar global, kami terus memperluas penawaran kami untuk memenuhi kebutuhan mereka yang terus berkembang. Kehadiran CFD memberikan klien kami fleksibilitas yang lebih besar dan lebih banyak cara untuk mengelola strategi investasi tingkat lanjut," kata Jodhi Gahara Aji, Direktur Utama, PT XTB Indonesia Berjangka.

Meski menawarkan pilihan perdagangan baru, CFD memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan saham dan ETF. CFD merupakan produk derivatif yang menggunakan leverage sehingga memiliki tingkat risiko yang berbeda dari investasi saham secara langsung.

Leverage memungkinkan investor mengambil posisi dengan nilai yang lebih besar dibandingkan modal yang digunakan. Kondisi tersebut membuat perubahan harga dapat memberikan dampak lebih besar terhadap potensi keuntungan maupun kerugian.

Karena itu, investor yang ingin memperdagangkan CFD perlu memahami mekanisme produk serta risiko leverage sebelum melakukan transaksi. XTB menyatakan telah menyediakan materi edukasi dan kursus interaktif melalui aplikasinya.

Materi tersebut dirancang untuk membantu pengguna memahami cara kerja dan risiko dari setiap produk sebelum melakukan transaksi. Edukasi menjadi bagian penting karena karakteristik CFD berbeda dengan kepemilikan saham atau ETF.

Dengan produk baru tersebut, pengguna XTB Indonesia dapat memperdagangkan CFD pada sejumlah komoditas yang memiliki eksposur terhadap pasar global. Emas, perak, minyak, palladium, dan gas alam menjadi instrumen yang tersedia dalam perdagangan CFD.

Penambahan produk tersebut sekaligus memperluas cakupan layanan XTB di Indonesia. Sebelumnya, platform tersebut lebih banyak menawarkan akses terhadap saham AS, ETF global, serta fitur Investment Plan untuk kebutuhan investasi jangka panjang.

Kini, pengguna dapat menggabungkan berbagai strategi dalam satu platform. Investor dapat menggunakan instrumen saham dan ETF untuk membangun portofolio, sementara CFD dapat digunakan untuk perdagangan dengan karakteristik jangka pendek.

CEO XTB Omar Arnaout mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar dengan prospek pertumbuhan penting bagi perusahaan. Perkembangan bisnis dalam beberapa bulan terakhir disebut menunjukkan besarnya potensi pasar Indonesia.

"Indonesia telah menjadi salah satu pasar pertumbuhan paling menjanjikan bagi XTB. Kemajuan yang kami capai dalam beberapa bulan terakhir mengkonfirmasi besarnya potensi negara ini dan komitmen jangka panjang kami untuk mengembangkan bisnis di sini. Mendapatkan lisensi CFD dan meluncurkan produk baru ini merupakan langkah penting dalam memperkuat posisi kami di Asia Tenggara," kata Omar Arnaout, CEO XTB.

Secara global, aplikasi investasi XTB kini melayani hampir 3 juta klien di seluruh dunia. Ekspansi produk CFD di Indonesia menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat bisnis di kawasan Asia Tenggara.

Di Indonesia, XTB beroperasi melalui PT XTB Indonesia Berjangka dengan pengawasan dari BAPPEBTI, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, dan Bank Indonesia.

Dengan hadirnya CFD, XTB Indonesia kini menawarkan kombinasi instrumen investasi jangka panjang dan produk derivatif dalam satu platform. Perusahaan menilai perluasan tersebut dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi investor yang membutuhkan akses ke pasar global.

Namun, karakteristik CFD yang menggunakan leverage membuat produk ini memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Investor yang ingin memperdagangkan CFD perlu memahami potensi keuntungan sekaligus kemungkinan kerugian sebelum mengambil posisi.

Peluncuran tersebut menjadi langkah terbaru XTB dalam memperluas pilihan produk di Indonesia, seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna dan meningkatnya kebutuhan investor terhadap akses ke berbagai instrumen pasar global.

Tentang XTB Indonesia

PT XTB Indonesia Berjangka (XTB Indonesia) adalah bagian dari Grup Global XTB dan beroperasi di bawah regulasi dan pengawasan BAPPEBTI, OJK, dan Bank Indonesia (BI). XTB Indonesia menyediakan akses ke saham AS, ETF global, dan Investment Plan untuk investasi jangka panjang yang terstruktur dan berbasis tujuan. Melalui aplikasi investasi XTB, investor Indonesia dapat membangun portofolio yang terdiversifikasi, mengakses pasar global dengan mudah, dan mengelola aktivitas mereka dalam lingkungan yang aman dan teregulasi. Didukung oleh keahlian global dan disesuaikan untuk investor lokal, XTB Indonesia membantu individu mengendalikan masa depan keuangan mereka melalui transparansi, teknologi, dan akses pasar yang terpercaya.

(tim)

No more pages

Artikel Terkait