Salah satunya merupakan seorang anggota Angkatan Bersenjata Ukraina yang tengah bertugas dalam perang melawan Rusia. Pengguna yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut awalnya mengira notifikasi itu merupakan penipuan sebelum melakukan verifikasi dengan Apple.
Dirinya juga mengatakan mengetahui sejumlah anggota militer Ukraina lainnya yang menerima notifikasi serupa. Peneliti senior Citizen Lab John Scott-Railton mengatakan bahwa banyaknya laporan menunjukkan serangan spyware kemungkinan lebih luas dibandingkan yang selama ini diketahui publik.
Menurut Scott-Railton, skala dan keberagaman geografis laporan publik mengenai notifikasi tersebut tergolong tidak biasa. Dia menilai laporan yang terlihat publik kemungkinan hanya sebagian kecil dari jumlah pengguna yang sebenarnya menerima peringatan.
Apple secara berkala mengirimkan notifikasi kepada pengguna yang diyakini menjadi target serangan spyware. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan menyatakan telah memberikan peringatan kepada pengguna di lebih dari 150 negara.
Namun, jumlah laporan dalam gelombang terbaru disebut menjadi yang terbesar sejauh ini oleh salah satu organisasi yang direkomendasikan Apple untuk membantu korban serangan spyware.
Al-Maskati dan Scott-Railton kemudian menilai tingginya jumlah pengguna yang melaporkan notifikasi tersebut kemungkinan dipengaruhi perubahan metode pemberitahuan Apple, dimana mulai tahun ini perusahaan memberikan peringatan melalui beberapa kanal, termasuk layar kunci iPhone, aplikasi Settings, alamat email yang terhubung dengan Apple Account, serta saat pengguna masuk ke Apple Account melalui situs web.
"Metode notifikasi baru Apple membantu meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya isu ini sehingga lebih sulit bagi pengguna untuk mengabaikannya," kata Al-Maskati. Apple tidak memberikan tanggapan perihal gelombang terbaru peringatan spyware tersebut.
(fik/wep)
































