Logo Bloomberg Technoz

"Apabila ada tambahan alokasi gas berkisar 70 hingga 100 juta standar kaki kubik per hari [million standard cubic feet per day/MMSCFD] dari pemerintah pasca-2028, kami sudah sangat siap," tambahnya.

Cadangan Baru

Sugianto juga menegaskan kepastian pasokan gas alam jangka panjang kini makin terbuka setelah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hulu, yakni joint operating body (JOB) Pertamina-Medco Tomori Sulawesi (JOB PMTS) di Blok Senoro—Toili, berhasil menemukan cadangan gas baru di struktur Senoro Selatan atau Sok Senoro.

Selain itu, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ungkap dia juga telah mengidentifikasi potensi cadangan baru di wilayah sumur Tedong (TDG)-001, yang terletak di Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

"Saat ini, pihak produsen hulu sedang mengajukan perpanjangan kontrak kerja sama [KKS] hingga 2047 kepada pemerintah," ungkap Sugianto.

Dia menjelaskan faktor keekonomian operasional kilang memerlukan ambang batas volume pasokan harian minimum agar proses pengolahan berjalan efisien.

"Untuk mengoperasikan kilang secara efisien, kami membutuhkan pasokan gas minimum 200 juta standar kaki kubik per hari. Di bawah angka tersebut, operasional kilang menjadi tidak ekonomis," ujar Sugianto.

Adapun, langkah persiapan teknis atas penambahan pasokan sebenarnya telah dilakukan oleh manajemen Donggi Senoro sejak 2022.

Hal ini dibuktikan dengan rampungnya studi kelayakan atau feasibility study (FS) terkait dengan opsi ekspansi kapasitas kilang tersebut.

Mengenai konsep pengembangan kilang LNG jika ada potensi penambahan pasokan, Sugianto menerangkan bahwa proyek ini tidak membutuhkan pembangunan satu train kilang baru secara menyeluruh dari nol.

"Skema yang akan diterapkan adalah debottlenecking atau brownfield expansion, mengingat sejumlah fasilitas pendukung eksisting saat ini masih memiliki sisa kapasitas," jelasnya.

Untuk itu, proses ekspansi cukup dilakukan melalui penambahan komponen kompresor tertentu serta unit pendinginan (refrigeration unit) tambahan. 

Metode ini dinilai jauh lebih efisien dan hemat biaya investasi atau capital expenditure (capex) jika dibandingkan dengan membangun fasilitas kilang baru secara utuh.

Untuk diketahui, selama ini pasokan gas bumi untuk Donggi-Senoro berasal dari lapangan gas hulu di Sulawesi Tengah.

Pasokan tersebut utamanya berasal dari Blok Senoro—Toili yang dikelola oleh JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB PMTS) serta Blok Matindok yang dikelola oleh PT Pertamina EP.

Adapun, gas dari lapangan-lapangan ini disalurkan melalui pipa transmisi menuju kilang pengolahan gas alam cair DSLNG yang berlokasi di Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Dari sisi kapasitas, Kilang DSLNG dirancang memiliki kapasitas produksi (desain) sebesar 2,1 juta ton LNG per tahun dengan kebutuhan pasokan gas rata-rata sekitar 335 MMSCFD. 

Dalam operasional harian, saat ini kilang mampu mengolah gas hingga rentang 350 hingga 357 MMSCFD (sekitar 108% dari kapasitas desain) tanpa penambahan peralatan baru, dengan batas maksimum pengolahan mencapai 360 MMSCFD.

Secara tahunan, kilang dapat menyerap pasokan gas hulu sekitar 120 hingga 130 miliar standar kaki kubik atau billion cubic feet (BCF) per tahun guna memenuhi target produksi LNG nasional dan ekspor.

(smr/wdh)

No more pages