Di sisi lain, identifikasi itu dilakukan dengan metodologi penentuan HSC yang diadopsi BEI atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat perseroan.
“Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan,” kata Yulianto.
Emiten Grup Bakrie pengelola jaringan stasiun televisi ANTV mencatat rugi Rp8,3 miliar sepanjang kuartal I-2026. Posisi rugi itu susut dari periode yang sama tahun lalu sekitar Rp58,3 miliar.
Perbaikan posisi rugi itu ditopang dengan pendapatan Rp141,7 miliar pada kuartal I-2026, dengan posisi beban yang menyusut ke level Rp22,6 miliar.
Dari lantai bursa, saham MDIA melesat 317,91% selama satu bulan terakhir. Saham MDIA kini digembok dengan harga terakhir di level Rp280 per saham.
Sebagian besar saham MDIA dipegang oleh Visi Media Asia sebanyak 31,66 miliar saham atau 80,73%. Sementara itu, PT DMS Investama memegang 2,63 miliar saham atau 6,71% dari saham yang beredar.
Pemegang saham lainnya Topmerit Consulting sebanyak 1,69%, Mandala Raya Yuwana 1,53%, Recapital Sekuritas Indonesia 1,12%, Praja Persada Imperium 1,02% dan Suwantara Gotama 1,02%.
Saat ini, pemilik manfaat akhir pengelola stasiun televisi ANTV itu adalah Anindya Novyan Bakrie, Anindra Ardiansyah Bakrie dan Aninditha Anestya Bakrie.
(naw)





























