Trump mempromosikan kesepakatan tersebut melalui unggahan di media sosial pada Kamis malam, dengan menyebutnya sebagai “langkah monumental menuju PERDAMAIAN dan KEAMANAN yang langgeng.” Proposal tersebut menyerukan pelucutan senjata Hamas, penempatan Gaza di bawah pemerintahan Palestina yang baru, serta penarikan militer Israel dari wilayah tersebut.
Namun, Netanyahu menolak peta jalan yang disusun Board of Peace, sebuah konsorsium internasional yang dibentuk untuk menjalankan visi Trump mengenai Gaza setelah perang.
Setelah pertemuan dengan Kushner, kantor Netanyahu mengatakan perdana menteri menggelar pembahasan yang “mendalam dan konstruktif” dengan Board of Peace.
Israel dan Board of Peace bertekad bahwa demiliterisasi “harus dilakukan segera dan diselesaikan sebelum pembangunan kembali apa pun dilakukan di Gaza,” menurut pernyataan tersebut. Kedua pihak juga sepakat membentuk dua kelompok kerja, masing-masing membahas pelucutan senjata serta persoalan sanitasi dan kesehatan masyarakat di Gaza.
Pada Minggu, seorang anggota biro politik Hamas mengatakan Kushner telah mengonfirmasi bahwa peta jalan tersebut sudah final dan tidak akan dibuka kembali untuk dinegosiasikan. Pejabat tersebut berbicara kepada Bloomberg dengan syarat anonim karena Hamas tidak akan mempublikasikan pembahasan tersebut sebelum para mediator melakukannya.
“Kami menyerukan kepada Presiden Trump untuk menekan pemerintah pendudukan agar memaksanya mematuhi apa yang telah disepakati guna melaksanakan fase kedua dari rencana perdamaian Trump untuk Gaza,” kata juru bicara Hamas Hazem Qassem pada Senin.
Hamas mengatakan akan menyerahkan senjata berat kepada pemerintahan baru Gaza yang diusulkan, tetapi hanya jika Israel menarik pasukannya dan negara Palestina dibentuk. Proposal Trump menyebut pemerintahan baru tersebut akan memberi kewenangan kepada warga Palestina secara individu untuk tetap memiliki senjata ringan.
Rencana awal Trump membayangkan pasukan Israel meninggalkan Jalur Gaza sepenuhnya, disertai pembahasan mengenai pembentukan negara Palestina pada akhirnya setelah wilayah tersebut sepenuhnya didemiliterisasi dan distabilkan setelah Hamas tidak lagi berkuasa. Fase awal gencatan senjata dalam rencana Trump tercapai pada Oktober tahun lalu, meski hanya ada sedikit kemajuan pada pengaturan jangka panjang dan militer Israel bahkan telah maju melampaui garis gencatan senjata.
(bbn)
































