Logo Bloomberg Technoz

Setiap pertempuran baru yang berlanjut kemungkinan besar akan memperumit upaya memulihkan negosiasi antara AS dan Iran yang kini mengalami kebuntuan. Trump sendiri berjuang mencari jalan keluar dari perang yang semakin tidak populer di dalam negeri AS dan berpotensi merugikan Partai Republik pada pemilu sela November mendatang. Pekan lalu, Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan bahwa AS tengah bersiap mengumumkan langkah-langkah ekonomi baru terhadap Tehran "dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya."

Oman saat ini sedang bernegosiasi dengan Iran mengenai tata kelola Selat Hormuz, namun AS tidak terlibat dalam diskusi tersebut. Dalam wawancara telepon sebelumnya dengan Fox News, Trump memperingatkan bahwa jika "Oman menghalangi, kami akan membom mereka habis-habisan," tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Ia pernah menyampaikan ancaman serupa pada Mei lalu. Oman bukanlah sekutu militer formal AS, melainkan mitra keamanan terdekat di kawasan.

Pihak Iran menyatakan bahwa "peta pelayaran" telah difinalisasi sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih luas untuk pengelolaan arus lalu lintas di selat tersebut. Namun, pembicaraan intensif masih terus berlanjut dan kesepakatan tersebut tidak serta-merta berlanjut pada pembukaan kembali jalur pelayaran.

Kesepakatan masih sulit dicapai akibat rumitnya situasi keamanan serta "perilaku menghalangi dari pihak-pihak destruktif," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, kepada para wartawan pada hari Senin. Pihak Tehran menegaskan bahwa AS harus terlebih dahulu menghentikan blokadenya.

Sebelumnya di Fox News, Menteri Energi Chris Wright mengklaim militer AS "mengeluarkan delapan hingga sembilan juta barel minyak per hari" dari kawasan tersebut, berbanding terbalik dengan "nol barel minyak per hari" untuk ekspor Iran.

Trump mengatakan kepada Fox News bahwa jalur komunikasi rahasia dengan para pejabat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tetap terbuka, suatu hal yang kemudian dibantah oleh seorang juru bicara IRGC sebagai bentuk "delusi," menurut laporan kantor berita resmi IRNA.

Ketegangan di Timur Tengah telah meningkat sejak akhir pekan, ketika militer Israel menyatakan telah menewaskan komandan senior Hizbullah, Abu Hassan Alaa, di Lebanon selatan. Sebanyak 11 orang tewas dalam serangan udara Israel pada hari Sabtu, yang menurut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilakukan sebagai balasan atas serangan kelompok milisi tersebut yang melukai tiga prajuritnya secara serius.

Dalam beberapa hari terakhir, Israel juga menyerang kelompok Hamas yang didukung Iran di Gaza, sementara kelompok Houthi yang berbasis di Yaman menyerang kapal-kapal di Laut Merah, dan beberapa kapal dihantam proyektil di Selat Hormuz. Sementara itu, pemukim Israel mengepung rumah-rumah warga Palestina hingga memicu kecaman internasional, meski Netanyahu mengecilkan aksi kekerasan tersebut dan menyalahkan segelintir kelompok radikal.

Meskipun sebagian besar kapasitas industri Iran rusak dan ekspor minyak mentahnya merosot tajam akibat blokade AS, sanksi selama berdekade-dekade gagal memaksa negara tersebut tunduk pada tuntutan program nuklir atau menyerahkan kendali atas Selat Hormuz.

Iran telah memanfaatkan jeda pertempuran relatif ini untuk bersiap menghadapi potensi konfrontasi yang lebih luas, demikian dilaporkan Wall Street Journal dengan mengutip para pejabat Iran dan Arab. Pihak Tehran dilaporkan telah menempatkan para veteran garis keras di pos-pos keamanan strategis serta mempercepat produksi rudal dan drone.

Sementara itu, menantu Trump sekaligus utusan perdamaian Jared Kushner melawat ke Timur Tengah pekan ini untuk mencoba mempercepat gencatan senjata di Gaza yang diprakarsai AS. Ia, bersama mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan Nickolay Mladenov selaku utusan utama Board of Peace, menggelar pembicaraan dengan Netanyahu di Yerusalem pada hari Senin.

Kushner sebelumnya telah bertemu dengan pemimpin Hamas Khalil al-Hayya di Mesir pada hari Minggu, seperti dilaporkan Associated Press yang mengutip seorang pejabat regional dan pejabat Hamas.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Hamas menyerukan kepada para mediator dan Board of Peace bentukan AS yang mengawasi gencatan senjata untuk "memaksa" Israel menyetujui peta jalan yang menetapkan langkah-langkah lanjutan dalam masa jeda pertempuran tersebut, tulis kantor berita itu.

(bbn)

No more pages