Logo Bloomberg Technoz

Kabar mengecewakan ini muncul saat Soriot berada di bawah tekanan akibat reaksi negatif yang kuat dari para investor terhadap berita bahwa Astra sempat melakukan pembicaraan merger dengan Bristol-Myers Squibb Co.

Saham Astra naik 1,4% pada awal perdagangan di London seiring dengan dipublikasikannya dua studi tahap akhir yang positif mengenai pengobatan kanker paru-paru yang sudah disetujui sebelumnya.

Dalam salah satu studi, pasien kanker paru bukan sel kecil menerima Tagrisso yang dikombinasikan dengan obat kanker lain bernama Orpathys. 

Kedua obat tersebut membantu peserta uji coba bertahan hidup lebih lama dibandingkan kelompok yang hanya menerima kemoterapi. 

Kanker paru-paru pasien tersebut memiliki mutasi genetik spesifik dan telah berkembang (progresif) setelah pengobatan awal dengan Tagrisso. Orpathys dikembangkan bersama perusahaan HUTCHMED yang berbasis di Hong Kong dan telah mendapatkan persetujuan di Tiongkok.

Studi tahap akhir lainnya menunjukkan bahwa obat unggulan Enhertu membantu menunda perkembangan penyakit pada pasien kanker paru bukan sel kecil stadium lanjut yang memiliki mutasi protein HER2.

Berita mengenai pembicaraan antara Astra dan Bristol memunculkan pertanyaan apakah perusahaan farmasi Inggris tersebut benar-benar yakin dengan lini obat baru mereka seperti yang selama ini mereka sampaikan kepada publik. Bristol sendiri menghadapi risiko berakhirnya masa berlaku paten (patent cliff) untuk beberapa obat utamanya dalam beberapa tahun mendatang.

Obat eksperimental volrustomig dari Astra diperkirakan akan menghasilkan pendapatan sekitar $1,3 miliar pada tahun 2032, menurut survei analis yang dilakukan oleh Bloomberg. Analis Jefferies, Michael Leuchten, sebelumnya menilai keberhasilan obat ini sebagai sesuatu yang kemungkinannya kecil ("long shot").

Perusahaan farmasi tersebut akan terus meneliti obat ini untuk jenis kanker lainnya, termasuk mesothelioma dan kanker serviks.

(bbn)

No more pages