"Kapal itu sedang bergerak sekarang, atau akan segera bergerak, dan akan digantikan oleh kapal lain yang sangat mirip," tambah Trump.
Ketika ditanya apakah penugasan tersebut telah berlangsung terlalu lama, Trump mengatakan "belum cukup lama."
Kapal tersebut akan kembali ke AS "segera sebagai bagian dari rotasi yang telah direncanakan," kata Penjabat Menteri Angkatan Laut Hung Cao pada Jumat.
Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, Cao mengakui adanya gangguan selama penugasan, termasuk penyesuaian jadwal makan dan pembatasan komunikasi dengan keluarga di rumah, serta "sejumlah kecil kasus kesehatan mental."
Biasanya, Angkatan Laut merencanakan penugasan kapal induk selama sekitar tujuh bulan.
Kapal Lincoln telah berada di laut selama sekitar sembilan bulan, termasuk lebih dari 200 hari tanpa singgah di pelabuhan dan berbulan-bulan menjalani operasi tempur berkelanjutan dalam perang terkait dengan Iran.
"Tidak diragukan lagi bahwa para prajurit muda kita telah didorong hingga batas kemampuan mereka—namun semangat mereka tidak pernah patah. Wajar jika mereka merasa lelah—namun mereka tidak pernah berhenti berjuang," kata Cao.
Anggota Kongres dari Partai Demokrat awal pekan ini menuntut penjelasan mengenai perpanjangan masa penugasan dan kondisi para pelaut.
Senator Richard Blumenthal, seorang Demokrat dari Connecticut, menyurati Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Cao untuk menanyakan langkah-langkah apa yang sedang diambil guna memperbaiki kondisi di kapal induk tersebut.
Awal bulan ini di San Diego, anggota keluarga personel militer mempertanyakan Menteri Angkatan Laut terkait perpanjangan penugasan tersebut, demikian dilaporkan MSNOW dengan mengutip orang-orang yang menghadiri pertemuan itu.
Para pejabat pertahanan menepis laporan mengenai berbagai masalah di kapal Lincoln. Hegseth menyebut laporan tentang USS Lincoln sebagai sesuatu yang "sangat keliru" dalam sebuah wawancara dengan Newsmax pada hari Kamis.
Dalam sebuah pernyataan, seorang pejabat Angkatan Laut mengatakan bahwa pihaknya tidak mendapati adanya peningkatan masalah kesehatan mental di kapal Lincoln, termasuk pelaut yang mengungkapkan niat untuk bunuh diri.
Pejabat tersebut, yang merujuk pada aturan Pentagon dan meminta agar identitasnya tidak diungkap, mengatakan bahwa para pelaut memiliki akses ke tenaga ahli di bidang keagamaan, medis, dan kesehatan mental untuk membantu mereka, serta seekor anjing pendamping bernama Captain Fathom untuk membantu meningkatkan semangat.
Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, saat tampil di Fox News pada Jumat, menegaskan bahwa "presiden ini sangat peduli terhadap anggota militer Amerika Serikat—pasukan kita—melebihi siapa pun," terlepas dari komentar-komentarnya sebelumnya.
Komando Pusat AS (US Central Command) pada hari Kamis menyatakan melalui media sosial bahwa terdapat "sejumlah klaim keliru" mengenai kapal induk tersebut dan bahwa "para pelaut serta marinir dari Kelompok Tempur Kapal Induk Abraham Lincoln tetap tangguh dan teguh pendirian setelah lebih dari 260 hari berada di laut dan menjalani 10.000 penerbangan pesawat."
Meskipun mengakui adanya satu anggota militer yang melompat ke laut, unggahan tersebut hanya menyebutkan bahwa pelaut itu "berhasil diselamatkan dengan cepat dan aman."
(bbn)































